Penandatanganan MOU penggunaan secara resmi Bahasa Indonesia di Vatikan, Rabu (25/03/2026). (Dok. Konferensi Waligereja Indonesia (KWI))
Prefek Dikasteri Komunikasi, Paolo Ruffini, menegaskan bahwa penggunaan bahasa ibu merupakan cara efektif untuk menjangkau umat. Karena itu, Bahasa Indonesia dipandang penting untuk melayani umat Katolik di Indonesia secara lebih dekat.
Sementara itu, Duta Besar RI untuk Takhta Suci, Michael Trias Kuncahyono, menyebut penandatanganan ini sebagai momen bersejarah setelah melalui perjalanan panjang. Ia menilai kerja sama ini membuka peluang besar untuk pengembangan komunikasi Gereja ke depan.
Namun, Trias juga mengingatkan bahwa implementasi ke depan membutuhkan komitmen serius, mulai dari sumber daya manusia hingga dukungan teknologi dan pendanaan.
“Penetapan ini membuka pintu untuk pencapaian lebih lanjut, namun membutuhkan dedikasi dan konsistensi dalam pelaksanaannya,” kata dia.
Turut hadir dalam pertemuan itu, Sekretatris Eksekutif Komisi Komsos KWI Rm Petrus Noegroho Agoeng, delegasi Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI) yakni AM Putut Prabantoro (Founder), Mayong Suryo Laksono (Penasihat), Asni Ovier Dengen Paluin (Ketua), Sanussirus Jumar Sudiyana (Sekretaris) dan Bonfilio Mahendra Wahanaputra (Hubungan Antar Lembaga), Superior Jenderal Kongregasi MSF Rm Agustinus Purnomo dan Pejabat Vatikan satu-satunya dari Indonesia, Rm Markus Solo Kewuta SVD. Sementara dari Vatican News hadir, Andrea Tornielli (Direktur Vatican News), Massimiliano Menicheti (Kepala Radio Vatican).