Vatikan Tolak Gabung Dewan Perdamaian Gaza, Masih Percaya PBB

- Vatikan masih percaya pada PBB untuk menyelesaikan konflik di Gaza
- Sudah ada 35 negara yang bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza
- Ada juga negara yang menolak bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza
Jakarta, IDN Times - Pemerintah Vatikan menegaskan tidak akan bergabung dengan Dewan Perdamaian (BoP) Gaza buatan Donald Trump. Kabar tersebut diumumkan langsung oleh Menteri Luar Negeri Vatikan, Kardinal Pietro Parolin, pada Selasa (17/2/2026).
Keputusan ini diambil setelah pertimbangan selama kurang lebih 1 bulan sejak Vatikan diundang Trump untuk masuk BoP pada Januari 2026 lalu. Saat itu, undangan langsung dikirim ke pemimpin tertinggi Vatikan, Paus Leo XIV.
1. Vatikan masih percaya pada PBB untuk menyelesaikan konflik di Gaza

Menurut Pietro Parolin, langkah ini diambil karena Vatikan masih percaya pada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menyelesaikan konflik di Gaza. Ia justru khawatir BoP yang dibuat Donald Trump hanya bertujuan untuk menyaingi PBB, bukan benar-benar untuk menyelesaikan konflik antara Israel dan Palestina.
“Bagi kami, ada beberapa isu penting yang perlu diselesaikan. Artinya, di tingkat internasional, terutama PBB yang mengelola situasi krisis ini. Ini adalah salah satu poin yang selalu kami tekankan,” kata Parolin, seperti dilansir The Strait Times.
2. Sudah ada 35 negara yang bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza

Sejauh ini, sudah ada sekitar 35 negara yang memutuskan bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza, termasuk Indonesia. Saat peresmian BoP di World Economic Forum (WEF) di Davos, Swis, pada 28 Januari 2026 lalu, Donald Trump menetapkan 26 dari total 35 negara yang sudah bergabung sebagai anggota pendiri (founding member).
Trump sebagai ketua BoP mensyaratkan iuran sebesar 1 miliar dolar Amerika Serikat atau Rp16,8 triliun kepada negara yang sudah bergabung jika ingin menjadi anggota tetap. Trump mengatakan, uang dari hasil iuran tersebut nantinya akan dipakai untuk membangun kembali Gaza yang hancur akibat diserang pasukan Israel.
Saat ini, Gaza sudah mengalami kerusakan yang cukup masif sejak diinvasi Israel pada Oktober 2023 lalu. Kerusakan banyak terjadi di rumah-rumah warga, sekolah, hingga fasilitas umum seperti rumah sakit.
3. Ada juga negara yang menolak bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza

Di sisi lain, ada juga sejumlah negara yang menolak keras bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza. Beberapa di antaranya, seperti Inggris, Prancis, Kanada, Ukraina, Swedia, Yunani, Norwegia, dan Slovenia. Vatikan menambah daftar baru negara yang menolak bergabung dengan BoP.
Italia sebelumnya juga menolak bergabung dengan BoP karena tidak sesuai dengan amanat konstitusi. Namun, baru-baru ini, Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, mengatakan negaranya akan bergabung dengan BoP sebagai anggota tidak tetap. Di sana, Italia akan berperan sebagai anggota pengamat.
“Kami diundang sebagai negara pengamat. Menurut pandangan kami, ini adalah solusi yang baik terkait perang di Timur Tengah,” kata Meloni dalam pernyataannya pada Minggu (15/2/2026) lalu, seperti dilansir Anadolu Agency.
















