Ilustrasi pelecehan seksual (IDN Times/Aditya Pratama)
Pengguna akun juga menyampaikan, pelaku semula sempat diringkus pihak kepolisian dalam penggerebekan yang dilakukan pada 15 Agustus 2025 silam. Namun, polisi disebut justru membebaskan terduga pelaku tersebut. Namun, pengguna akun tersebut tak menyebutkan kepolisian yang melakukan penangkapan tersebut dari satuan mana.
"Dia ceritain di postingan X-nya kalau 15 Agustus 2025 lalu dia digrebek polisi Indonesia di kamar hotelnya. Bukannya ditangkap malah dilepas (disogok??). Polisi malah bilang “good” sambil ketawa waktu lihat video-videonya dia, terus nanya “cewe Jepang harganya berapa?" tulisnya lagi.
Ia menyebut, pelaku dalam kasus ini tidak hanya satu orang karena pedofil dari Jepang terus berdatangan ke Jakarta untuk mencari korban anak-anak lainnya.
"Dia ga sendirian, banyak banget sekarang pedofil Jepang yang dateng ke sini tiap bulan. Mereka ngerasa aman, kayak lagi di jajahan sendiri. Mereka dengan bangga & terbuka pamer video creampie (ejakulasi di dalam) ke anak-anak perempuan kita," tulisnya.