Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Viral Pedofil Jepang Incar Korban Anak-anak di Jakarta
ilustrasi Pelecehan Seksual (IDN Times/Aditya Pratama)
  • Media sosial X dihebohkan dugaan WNA Jepang melakukan kekerasan seksual terhadap anak-anak di Jakarta, bahkan disebut merekam aksinya dan sempat dibebaskan polisi setelah penggerebekan.
  • Warganet Indonesia dan Jepang ramai menyoroti kasus ini, menilai aparat Indonesia terlalu lunak terhadap wisatawan seks anak sehingga pelaku merasa bebas beraksi.
  • Para pelaku disebut merasa aman dari hukuman, bertindak arogan seolah tak tersentuh hukum saat membual tentang tindakan mereka terhadap anak di bawah umur.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada orang Jepang jahat suka cari anak kecil di Jakarta buat hal buruk. Katanya dia pernah ditangkap polisi tapi dilepas lagi. Banyak orang marah dan takut karena katanya ada banyak orang Jepang lain yang datang juga. Di internet, orang Indonesia dan Jepang ngomongin ini, mereka mau polisi lebih tegas biar anak-anak aman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Media sosial X tengah dihebohkan dengan adanya dugaan tindak kekerasan seksual terhadap anak-anak yang melibat seorang oknum warga negara asing (WNA) asal Jepang. Pelaku disebut sering terbang ke Jakarta untuk mencari korban anak kecil demi kebutuhan orientasi seksualnya sambil direkam.

"Ada cowok Jepang pedofil sering ke Jakarta nyariin anak kecil untuk seks sambil direkam," tulis pengguna akun X @SisterInDanger seperti dikutip IDN Times, Selasa (12/5/2026).

https://x.com/i/status/2053831709917872333

1. Pelaku disebut pernah diringkus polisi tapi dibebaskan

Ilustrasi pelecehan seksual (IDN Times/Aditya Pratama)

Pengguna akun juga menyampaikan, pelaku semula sempat diringkus pihak kepolisian dalam penggerebekan yang dilakukan pada 15 Agustus 2025 silam. Namun, polisi disebut justru membebaskan terduga pelaku tersebut. Namun, pengguna akun tersebut tak menyebutkan kepolisian yang melakukan penangkapan tersebut dari satuan mana.

"Dia ceritain di postingan X-nya kalau 15 Agustus 2025 lalu dia digrebek polisi Indonesia di kamar hotelnya. Bukannya ditangkap malah dilepas (disogok??). Polisi malah bilang “good” sambil ketawa waktu lihat video-videonya dia, terus nanya “cewe Jepang harganya berapa?" tulisnya lagi.

Ia menyebut, pelaku dalam kasus ini tidak hanya satu orang karena pedofil dari Jepang terus berdatangan ke Jakarta untuk mencari korban anak-anak lainnya.

"Dia ga sendirian, banyak banget sekarang pedofil Jepang yang dateng ke sini tiap bulan. Mereka ngerasa aman, kayak lagi di jajahan sendiri. Mereka dengan bangga & terbuka pamer video creampie (ejakulasi di dalam) ke anak-anak perempuan kita," tulisnya.

2. Warganet Jepang ikut soroti kasus pedofil ini

Ilustrasi pelecehan seksual. (IDN Times/Aditya Pratama)

Selain di Indonesia, warganet Jepang juga ikut menyoroti kasus pedofil yang melibatkan warga negaranya. Pengguna akun @hunter_tnok melalui unggahannya di X menyampaikan kepolisian Indonesia terlalu lunak menyikapi kasus ini.

"Polisi Indonesia begitu lunak terhadap wisatawan seks anak sehingga sejumlah besar pedofil Jepang melakukan perjalanan ke Indonesia," tulisnya dikutip IDN Times, Selasa (12/5/2026).

3. Para pelaku disebut merasa aman dari ancaman hukuman

Ilustrasi pelecehan seksual (freepik.com)

Padahal, para pelaku berlagak berani karena merasa tidak akan menghadapi hukuman. Pengguna itu menyampaikan, para pelaku berlaga seolah seperti kolonial Jepang yang menjajah Indonesia hampir 80 tahun silam.

Mereka secara terbuka membual di depan umum tentang bagaimana mereka telah melakukan hubungan seksual dengan gadis-gadis di bawah umur Indonesia.

"Merasa berani karena wisatawan seks anak tidak menghadapi hukuman, mereka berlagak dengan sikap arogan yang sama seperti mantan militer Jepang yang menjajah Indonesia," tulis pengguna tersebut.

Editorial Team