Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Viral! Pelecehan Lagi di KRL, Pelaku Sembunyi di Bawah Peron
Stasiun KRL Kebayoran. (dok. KAI Commuter)
  • Seorang pengguna KRL bernama Andine mengalami pelecehan seksual di Stasiun Kebayoran saat pelaku bersembunyi di bawah peron dan mengarahkan ponsel ke arah rok korban.
  • Andine langsung melapor ke pihak KAI Commuter serta membagikan video kejadian di media sosial agar perempuan lain lebih waspada dan berani melapor jika mengalami hal serupa.
  • Pihak KAI Commuter menindaklanjuti laporan dengan menyusuri peron dan memeriksa CCTV, namun belum menemukan pelaku, sambil mengimbau pengguna untuk segera melapor bila melihat tindakan mencurigakan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
2 Mei 2026

Seorang pengguna KRL mengalami pelecehan seksual di Stasiun Kebayoran sekitar pukul 18.58 WIB. Pelaku bersembunyi di bawah peron dan mengarahkan ponsel ke arah korban.

2 Mei 2026

Korban berteriak, menarik perhatian penumpang lain, dan merekam kejadian tersebut sebelum membagikannya di media sosial Threads dan Instagram.

2 Mei 2026

Korban melaporkan insiden itu kepada pihak KAI Commuter di stasiun dan berharap pelaku segera ditangkap.

2 Mei 2026

Petugas KAI Commuter menindaklanjuti laporan dengan menyusuri peron Stasiun Kebayoran serta memeriksa rekaman CCTV, namun tidak menemukan orang yang mencurigakan.

kini

KAI Commuter menyatakan belum menangkap pelaku dan mengimbau pengguna untuk segera melapor jika melihat kejadian mencurigakan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Terjadi aksi pelecehan seksual di KRL Commuter Line ketika seorang pria diduga mengarahkan ponsel ke arah pengguna perempuan dari bawah peron Stasiun Kebayoran.
  • Who?
    Korban adalah seorang pengguna KRL tujuan Tanah Abang, sementara pelaku merupakan laki-laki yang bersembunyi di bawah peron; identitasnya hingga kini masih belum diketahui.
  • Where?
    Insiden terjadi di Stasiun Kebayoran, Jakarta, tepatnya di area peron semipermanen yang digunakan untuk naik-turun penumpang gerbong depan dan belakang.
  • When?
    Kejadian berlangsung pada Sabtu, 2 Mei 2026 sekitar pukul 18.58 WIB saat kereta berhenti di Stasiun Kebayoran.
  • Why?
    Penyebab pasti tindakan pelaku belum diketahui; dugaan sementara pelaku memanfaatkan celah bawah peron untuk melakukan tindakan tidak senonoh terhadap penumpang perempuan.
  • How?
    Pelaku bersembunyi di bawah peron dan mengarahkan ponselnya ke arah korban. Korban berteriak, penumpang lain bereaksi, lalu melapor ke petugas KAI Commuter yang segera menindaklanjuti laporan tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada orang jahat di kereta. Dia sembunyi di bawah tempat tunggu dan pegang ponsel buat ngintip perempuan. Perempuan itu kaget terus teriak, banyak orang lihat dan marah. Orang jahatnya lari cepat. Petugas kereta sudah cari dia tapi belum ketemu. Sekarang petugas suruh semua orang hati-hati dan cepat lapor kalau lihat hal aneh.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Meskipun insiden pelecehan di KRL Kebayoran menimbulkan keprihatinan, respons cepat dari pengguna dan pihak KAI Commuter menunjukkan kepedulian bersama terhadap keamanan publik. Keberanian korban untuk bersuara serta komitmen KAI Commuter menindaklanjuti laporan memperlihatkan adanya kesadaran kolektif dan sistem yang siap merespons demi menciptakan lingkungan transportasi yang lebih aman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Aksi pelaku pelecehan seksual di KRL Commuter Line makin meresahkan. Pada Sabtu, (2/5/2026), seorang pengguna KRL menceritakan pengalaman buruknya di media sosial Threads dan Instagram.

Kala itu, dia sedang menggunakan KRL tujuan Tanah Abang. Insiden buruk dimulai saat kereta yang ditumpanginya berhenti di Stasiun Kebayoran. Dia sedang berdiri di dekat pintu gerbong perempuan. Lalu, dia menyadari ada kaki bersandal hitam di bawah peron.

Perlu diketahui, sebagian peron di Stasiun Kebayoran menggunakan peron semipermanen yang terbuat dari baja. Di bagian bawah peron itu ada ruang kosong, tidak seperti peron permanen yang terbuat dari beton.

Peron semipermanen di Stasiun Kebayoran berfungsi sebagai peron tambahan untuk melayani naik-turun penumpang di gerbong-gerbong depan/belakang, termasuk gerbong perempuan.

1. Pelaku pelecehan seksual mengarahkan ponsel ke pengguna KRL di gerbong perempuan

Pelaku pelecehan seksual bersembunyi di bawah peron Stasiun Kebayoran. (Threads.com/@andinewst)

Insiden itu terjadi sekitar pukul 18.58 WIB. Dia mengatakan, sosok laki-laki yang bersembunyi di bawah peron mengarahkan ponsel dan mengintip ke bawah rok yang dikenakannya. Sontak dia pun berteriak dan para pengguna KRL di gerbong perempuan juga melihat sang pelaku.

Mereka pun meneriaki pelaku, sampai akhirnya pelaku mundur dan menjauh. Dia juga sempat merekam momen itu dan membagikan videonya di media sosial. Sosok laki-laki itu sempat terekam dalam video.

2. KCI tindaklanjuti laporan

ilustrasi KRL (IDN Times/Herka Yanis)

Pengguna KRL itu mengaku sudah melaporkan insiden tersebut ke pihak KAI Commuter di stasiun. Dia berharap KAI Commuter bisa segera menangkap pelaku.

“Saya berharap pelaku segera tertangkap karena saya yakin ini bukan pertama kalinya dia melakukan hal seperti ini. Saya membagikan cerita ini supaya perempuan lain lebih waspada terutama saat berdiri di dekat pintu kereta. Jangan pernah ragu untuk teriak dan melapor kalau mengalami hal serupa,” tulis dia di Threads.

3. KCI belum menangkap pelaku

Ilustrasi KRL Jabodetabek. (Dok. KAI Commuter)

Sementara itu, Manajer Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, mengatakan, setelah menerima laporan dari tersebut, petugas KCI langsung menyusuri peron Stasiun Kebayoran.

“Namun petugas tidak menemukan orang yang mencurigakan tersebut,” kata Leza dalam keterangan resmi.

Sayangnya, petugas KCI tidak menemukan orang yang mencurigakan tersebut. Leza mengatakan, petugas juga telah menelusuri melalui rekaman CCTV di area stasiun, tetapi dari rekaman yang ada juga tidak terlihat orang yang mencurigakan.

KAI Commuter kemudian mengucapkan terima kasih kepada pengguna atas informasi yang disampaikan kepada petugas dan mengimbau seluruh pengguna untuk tidak segan-segan melaporkan secara langsung kepada petugas jika merasa atau melihat kejadian yang mecurigakan untuk penanganan awal.

“KAI Commuter berkomitmen bahwa seluruh petugas akan langsung merespon  laporan-laporan yang mencurugakan dari pengguna untuk segera dilakukan tindakan penanganan lebih awal,” ucap Leza.

Editorial Team