Jakarta, IDN Times - Anggota Komisi VIII DPR RI, Atalia Praratya, turut menyoroti wacana war tiket sebagai opsi pemerintah dalam terhadap antrian panjang masa tunggu haji. Dia menilai, gagasan ini sangat prematur.
Menurut dia, wacana war tiket haji mengabaikan aspek keadilan sosial, dan berpotensi menghancurkan tata kelola keuangan haji yang sudah berjalan baik selama ini. Dia mengakui, menunggu hampir tiga dekade untuk berangkat haji adalah waktu yang terlalu lama. Namun, solusi tidak boleh lahir dari ketergesaan yang justru menimbulkan masalah baru yang lebih besar.
"Mengembalikan sistem haji ke mekanisme war ticket atau balapan cepat seperti sebelum 2017 adalah sebuah kemunduran besar bagi reformasi tata kelola haji di Indonesia," kata Atalia kepada wartawan, Minggu (12/4/2026).
