Jemaah Lansia sedang menunggu jasa pendorong kursi roda di Terminal Syib Amir, Masjidil Haram, Jumat (24/5/2024). (IDN Times/Faiz Nashrillah)
Dahnil menyoroti banyaknya keluhan dan masukan dari tahun-tahun sebelumnya, di mana jemaah perempuan seringkali merasa canggung atau sungkan jika harus berkonsultasi masalah ibadah atau kesehatan kewanitaan dengan petugas laki-laki. Dengan adanya PPIH perempuan yang proporsional, pendekatan personal dapat dilakukan lebih efektif.
"Mereka akan lebih nyaman ketika berkomunikasi dengan sesama perempuan. Misalnya konsultasi ibadah, idealnya bicara dengan petugas perempuan. Sehingga pendekatannya bisa lebih personal dan emosional," katanya.
Selain aspek kenyamanan komunikasi, Dahnil mengatakan, pentingnya aspek empati. Para petugas, baik laki-laki maupun perempuan, dididik untuk menganggap jemaah haji, khususnya lansia, sebagai orang tua mereka sendiri.
Namun, kata Wamenhaj, kehadiran petugas perempuan memberikan nuansa keibuan dan kepedulian yang spesifik, yang sangat dibutuhkan jemaah perempuan yang jauh dari keluarga.