Menhaj Gus Irfan: PPIH Adalah Ujung Tombak, Gagal Satu Gagal Semua

- Petugas Haji adalah ujung tombak Kementrian
- Revolusi Mental Kebersihan: Jangan Cuek!
- Mulai melatih kepekaan
IDN Times, Jakarta – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Gus Irfan Yusuf, memimpin langsung apel pagi peserta Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Tahun 2026, Rabu (14/01/2026) pagi. Dalam arahannya, Gus Irfan menegaskan posisi vital para petugas sebagai penentu wajah pelayanan haji Indonesia.
1. Petugas Haji adalah ujung tombak Kementrian

Di hadapan sekitar 1.500 peserta, Gus Irfan menyebut bahwa petugas haji merupakan "ujung tombak" pelayanan. Ia memberikan perumpamaan tegas mengenai beban tanggung jawab yang dipikul para peserta.
"Keberhasilan Anda semua melayani sudah 60 persen dari keberhasilan kami. Tapi kegagalan Ibu-Bapak sekalian, 100 persen menjadi sebab kegagalan kami," tegas Gus Irfan dalam pidatonya.
2. Revolusi Mental Kebersihan: Jangan Cuek!

Selain tanggung jawab pelayanan, Menhaj juga menyoroti pentingnya kepekaan terhadap kebersihan lingkungan (bi'ah). Ia tidak ingin lagi mendengar laporan petugas haji yang acuh tak acuh terhadap situasi di lapangan.
3. Mulai melatih kepekaan

Ia meminta para petugas mulai melatih kepekaan tersebut sejak dari asrama diklat. "Saya minta Anda mulai tanggap situasi. Ada sampah siapapun yang membuang, ambil. Ada kotoran siapapun yang membuang, ambil," instruksi Gus Irfan.
Menutup arahannya, Menhaj menekankan kedisiplinan tingkat tinggi bagi seluruh peserta. "Tepat waktu adalah harga mati. Siap bekerja di bawah tekanan, dan siap mendahulukan jemaah daripada diri sendiri," pungkasnya.
















