Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Wamenhaj: 6 Calon PPIH Dipulangkan karena Tak Jujur soal Kesehatannya

Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, memimpin apel malam peserta Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Tahun 2026, Kamis (15/1/2026)
Intinya sih...
  • Calon PPIH Arab Saudi 2026 dipulangkan karena tidak jujur soal kesehatannya
  • Petugas haji punya tantangan berat, membutuhkan kondisi fisik prima
  • Standar kesehatan dan kejujuran harga mati bagi calon PPIH
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengungkapkan ada enam calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, yang dipulangkan dari pendidikan dan pelatihan (diklat) di Asrama Haji Pondok Gede, karena tidak jujur tentang kondisi kesehatannya.

"Laporan yang saya terima sudah ada yang berguguran. Ada setidaknya enam orang. Tiga di antaranya karena sakit," ujar Dahnil, di hadapan lebih dari 1.600 peserta diklat calon PPIH Arab Saudi 1447 H/2026 M di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis malam, 15 Januari 2025.

1. Calon PPIH yang dipulangkan tidak jujur

Peserta diklat PPIH Arab Saudi 2026
Peserta diklat PPIH Arab Saudi 2026 (IDN Times/Yogie Fadila)

Dahnil menjelaskan alasan utama calon PPIH Arab Saudi itu dipulangkan lantaran faktor ketidakjujuran peserta sejak awal seleksi. Beberapa peserta diketahui menyembunyikan riwayat penyakit serius yang berisiko menular atau memberatkan tim, seperti Tuberkulosis (TBC) dan gangguan ginjal.

"Sejak awal masuk tidak jujur menyatakan bahwasanya dia ada sakit. Misalnya TBC atau ginjal yang justru bisa mencelakai teman-teman sekalian. Penyakit seperti TBC itu menular, maka kami memutuskan untuk memulangkan dan menggugurkan haknya," kata Wamenhaj.

2. Petugas haji punya tantangan berat

Peserta diklat PPIH Arab Saudi 2026 melakukan latihan baris-berbaris (IDN Times/Yogie Fadila)
Peserta diklat PPIH Arab Saudi 2026 melakukan latihan baris-berbaris (IDN Times/Yogie Fadila)

Keputusan tersebut, kata Dahnil, menegaskan bahwa petugas haji bukan sekadar kesempatan beribadah gratis, melainkan tugas berat yang menuntut kondisi fisik prima atau memenuhi syarat kesehatan atau istitha'ah.

Petugas haji harus siap bekerja di bawah tekanan cuaca ekstrem dan kelelahan fisik saat melayani jemaah. Jika petugas sendiri sakit, maka pelayanan kepada jemaah dipastikan terganggu.

Dahnil pun mengingatkan calon PPIH yang tersisa agar menjaga kesehatan hingga akhir pelatihan pada 30 Januari 2026. Ia menekankan filosofi "satu keluarga" yang saling menjaga, yang berarti tidak boleh ada satu pun petugas yang menjadi sumber bahaya bagi petugas lainnya.

3. Standar kesehatan dan kejujuran harga mati bagi calon PPIH

Peserta diklat PPIH Arab Saudi 2026 melakukan latihan baris-berbaris (IDN Times/Yogie Fadila)
Peserta diklat PPIH Arab Saudi 2026 melakukan latihan baris-berbaris (IDN Times/Yogie Fadila)

Dahnil menyebut standar kesehatan dan kejujuran menjadi harga mati bagi calon PPIH. Ketegasan tersebut menjadi sinyal Kemenhaj tidak akan mentolerir ketidaksiapan fisik yang ditutupi manipulasi data kesehatan.

"Kita ingin semuanya tetap sehat dan bugar untuk memastikan nanti pada April dan Mei kita bisa bertugas dengan baik," ujar Wamenhaj.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya
Follow Us

Latest in News

See More

Minahasa Tenggara Diguncang Gempa M5,1, Tidak Potensi Tsunami

18 Jan 2026, 13:03 WIBNews