IDN Times pada 16 Oktober 2023, menggelar diskusi dalam program Gen Z Memilih dengan topik "Putusan MK, Karpet Merah Gibran?" (Youtube.com/IDN Times)
Tapi dugaan saya, saya mencermati membaca menganalisis bahwa Pak Presiden Jokowi itu memahami soal momentum, kapan untuk menurunkapan untuk berhenti, dan Presiden Jokowi juga memahanmi potensi menang atau tidak menang. Nah, kalau saya membaca Presiden Jokowi yang bisa menghentikan Gibran atau tidak seorang bapak, tentu akan mengikuti anakanya, tapi kalau presiden sepertinya menyerahkannya kepada rakyat, bahasa Pak Jokowi kemarin adalah 'ya itu kita serahkan pada rakyat'.
Dalam bahasa saya rakyat itu maksudnya presiden menyerahkan kepada MK dan menyerahkan pada Gibran, bahwa yang namanya momentum itu hanya datang sekali keputusan untuk menang itu ada di tangan Pak Jokowi juga bisa menang bisa kalah, karena sekarang hampir semua kendali ya, kekuatan penuh ya semua ada dalam kendali presiden, karena presiden kita berperasangka baik, tidak akan terjadi abuse of power penyelengara pemilu akan lapangannya tetap datang, tidak ada partisan.
Tapi faktanya, Pak Jokowi pertanggal 14 Februari itu masih presiden, pertanyaannya apakah presiden akan bisa melepaskan dari semua kepentinganya bahwa beliau adalah tidak sayang sama anakanya, bahwa tidak ingin ada manusia yang tidak suka anaknya menang dan har ini.