Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
WANSUS: Putusan MK, Karpet Merah untuk Gibran?
IDN Times pada 16 Oktober 2023, menggelar diskusi dalam program Gen Z Memilih dengan topik "Putusan MK, Karpet Merah Gibran?" (Youtube.com/IDN Times)

Jakarta, IDN Times - Mahkamah Konstitusi (MK) telah memutuskan mantan kepala daerah atau yang sedang menjabat boleh mendaftar sebagai calon presiden atau calon wakil presiden, meski usianya belum berusia 40 tahun.

IDN Times pada 16 Oktober 2023, menggelar diskusi dalam program GenZMemilih dengan topik "Putusan MK, Karpet Merah Gibran?"

Hasir sebagai narasumber Direktur Eksekutif Voxpol Center Research & Consultan, Pangi Syarwi Chaniogo. Ketika itu, Pangi secara tegas menyebutkan putusan MK merupakan karpet merah untuk Gibran.

Lalu, bagaimana pandangan Pangi terhadap putusan MK pada 16 Oktober 2023. Berikut wawancara selengkapnya.

MK membuat putusan mantan kepala daerah atau yang sedang menjabat boleh mendaftar capres/cawapres meski belum berusia 40 tahun. Bagaimana menurut pendapat Anda?

Pertama saya lebih hebat daripda dukun politik belakangan gitu, karena prediksi saya itu ya hasil putusan ini. Bahwa MK tetap akan minimal 40 tahun, tapi koma pernah menjabat kepala daerah itu saya ada rekamanya, hari ini ada rekamanya di beberapa TV nasional dan itu terjawab gitu. Jadi ramalan saya sebenarnya gak membuat saya kaget, karena saya sudah meramalkan kemungkinan putusan MK-nya seperti itu, jadi itu yang pertama.

Yang kedua adalah tentu saja apakah ini karpet merah bagi Gibran? Yes, persis ini karpet merah bagi Gibran, tinggal ada dua pandangan, padangan petama adalah apakah Gibran akan mau atau bersedia sebagai capresnya Pak Prabowo atau dengan yang lain, atau justru dengan putusan ini Gibran tidak terlalu happy atau tidak mau tidak berkenan sebagai cawapres, karena pesoalan belum aman, misalnya nah atau dan seterusnya dan seterusnya.

Apakah Jokowi akan menjadikan Gibran cawapres?

IDN Times pada 16 Oktober 2023, menggelar diskusi dalam program Gen Z Memilih dengan topik "Putusan MK, Karpet Merah Gibran?" (Youtube.com/IDN Times)

Tapi dugaan saya, saya mencermati membaca menganalisis bahwa Pak Presiden Jokowi itu memahami soal momentum, kapan untuk menurunkapan untuk berhenti, dan Presiden Jokowi juga memahanmi potensi menang atau tidak menang. Nah, kalau saya membaca Presiden Jokowi yang bisa menghentikan Gibran atau tidak seorang bapak, tentu akan mengikuti anakanya, tapi kalau presiden sepertinya menyerahkannya kepada rakyat, bahasa Pak Jokowi kemarin adalah 'ya itu kita serahkan pada rakyat'.

Dalam bahasa saya rakyat itu maksudnya presiden menyerahkan kepada MK dan menyerahkan pada Gibran, bahwa yang namanya momentum itu hanya datang sekali keputusan untuk menang itu ada di tangan Pak Jokowi juga bisa menang bisa kalah, karena sekarang hampir semua kendali ya, kekuatan penuh ya semua ada dalam kendali presiden, karena presiden kita berperasangka baik, tidak akan terjadi abuse of power penyelengara pemilu akan lapangannya tetap datang, tidak ada partisan.

Tapi faktanya, Pak Jokowi pertanggal 14 Februari itu masih presiden, pertanyaannya apakah presiden akan bisa melepaskan dari semua kepentinganya bahwa beliau adalah tidak sayang sama anakanya, bahwa tidak ingin ada manusia yang tidak suka anaknya menang dan har ini.

Bagaimana soal adanya dugaan dinasti politik?

Poinya begini, saya tidak mau terlalu panjang dinasti politik, tapi poin pada faktanya bahwa kita kena prank gitu. Tapi saya gak kena prank, yang lain kena prank. Prank-nya gini, tadi orang sudah muji-muji tuh MK luar biasa, kita angkat topi, MK ini bermartabat mampu menjaga marwah harkat dan martabat presiden, ternyata MK tidak sesuai dengan apa yang kita prediksi, kita semua salah menduga prasangka buruk kepada MK selama ini, ha-ha-ha...

Itu dua jam yang lalu bahwa 80 persen hakim MK adalah berintegritas, tapi dia gak tahu bahwa akan ada koma. Nah, koma ini yang keluar beberapa jam yang lalu beberapa menit yang lalu, koma ini keluar pernah menjabat sebagai kepala daerah.

Itu artinya apa? Bahwa Gibran sudah dipastikan akan mulus hampir tidak ada kendala untuk menjadi cawapres, apakan itu akan berpasangan dengan Prabowo atau berpasangan dengan siapa pun. Tidak ada kendala, hampir tidak ada hambatan, ini seperti pintu tol yang begitu lancar, mulus.

Berarti sekarang sudah tak ada lagi kendala untuk Gibran?

Kemarin kendala Gibran satu satunya hanya pada soal umur yang terbatas oleh pasal konstitusi, membatasi umur beliau sampai 40 tahun. Ruang itu pun dibuka sudah, hampir tidak ada kendala tidak ada hambatan, ini akan mulus.

Tinggal satu-satunya yang hari ini keputusan itu kembali kepada Pak Jokowi, apakah Pak Jokowi akan menghentikan dinasti politik ini, atau Pak Jokowi akan meneruskan siapa yang tidak patuh sama anaknya, pasti anak juga akan patuh sama orang tuanya.

Ini momen bagi Jokowi untuk menjadikan Gibran cawapres?

Menurut saya dugaan saya ini momentum ini peluang, Jokowi akan memanfaatkan momentum dan peluang ini. Gibran saya bilang karpet merah, selamat datang Gibran akan menjemput takdirnya sebagai cawapres, yang akan berpasangan dengan Pak Prabowo, kecuali ada gempa politik.

 

Baca berita terbaru terkait Pemilu 2024, Pilpres 2024, Pilkada 2024, Pileg 2024 di Gen Z Memilih IDN Times. Jangan lupa sampaikan pertanyaanmu di kanal Tanya Jawab, ada hadiah uang tunai tiap bulan untuk 10 pemenang.

Curated For You

Editorial Team

Related Article