Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Waspada! Kemenkes Temukan 3 Kasus Polio
Seorang anak di India yang sedang diberikan dosis vaksin polio jenis Oral poliovirus vaccine (OPV) oleh petugas medis. (commons.wikimedia.org/Centers for Disease Control and Prevention)

Jakarta, IDN Times - Kementerian Kesehatan RI menemukan tiga penyakit kasus lumpuh layu akut (Acute flaccid paralysis/AFP) yang disebabkan Virus Polio Tipe Dua. 

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Maxi Rein Rondonuwu, menerangkan dari tiga kasus tersebut, dua ditemukan di Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur pada Desember 2023. Sedangkan satu kasus lainnya ditemukan di Jawa Timur pada 4 Januari 2024.

“Pada Desember 2023 telah ditemukan dua kasus lumpuh layu akut yang disebabkan oleh virus polio dengan kronologis kasus yang berbeda. Satu kasus imunisasi polionya tidak lengkap, satu lagi status imunisasinya lengkap tapi mengalami malnutrisi,” kata Maxi dalam keterangan tertulisnya, Minggu (7/1/2024).

1. Alami lumpuh layu meski imunisasi lengkap

Ilustrasi imunisasi. (Dok. Istimewa)

Maxi mengatakan kasus lumpuh layu akut pertama dialami anak perempuan berusia ennam tahun di Jawa Tengah yang berinisial NH. Berdasarkan pengakuan orang tua, NH mengalami lumpuh layu akut pada 20 November 2023 dengan riwayat imunisasi polio tetes (OPV) hanya dua kali.

Kasus lumpuh layu akut kedua dialami anak laki-laki berusia satu tahun 11 bulan, berdomisili di Jawa Timur yang berinisial MAF. 

"MAF mengalami lumpuh pada 22 November 2023 dengan riwayat imunisasi lengkap, tapi hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa ia mengalami malnutrisi," paparnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan Laboratorium Rujukan Polio Nasional BBLK Surabaya dan hasil sekuensing dari Laboratorium Bio Farma Bandung pada 20 dan 22 Desember 2023, NH dan MAF menunjukkan positif Virus Polio Tipe 2. 

2. Kasus ketiga berada di Jawa Timur

Puskesmas Cabangbungin menggenjot pelaksanaan Program Sub Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio tahap kedua di Posyandu Cempaka 5 Desa Jayalaksana, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Rabu (24/5). (Dok. Pemprov Jabar)

Sementara itu, kasus lumpuh layu akut ketiga dialami anak laki-laki berusia tiga tahun satu bulan, berdomisili di Jawa Timur yang berinisial MAM. Dia mengalami lumpuh pada 6 Desember 2023 dengan riwayat imunisasi polio tetes empat kali dan polio suntik (IPV) 1 kali berdasarkan pengakuan orang tua. 

Selanjutnya, hasil pemeriksaan Laboratorium Rujukan Polio Nasional BBLK Surabaya dan hasil sekuensing dari Laboratorium Bio Farma Bandung pada 4 Januari 2024 menunjukkan positif Virus Polio Tipe 2.

3. Polio bisa dicegah dengan imunisasi

Vaksinasi IPV 2 tau polio 2 di Klaten. (IDN Times/Larasati Rey)

Maxi menjelaskan, polio merupakan salah satu penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Virus Polio dapat menular melalui air yang terkontaminasi dengan tinja yang mengandung Virus Polio. 

“Beberapa faktor risiko terjadinya penularan Virus Polio adalah rendahnya cakupan Imunisasi Polio, kondisi kebersihan lingkungan, dan perilaku hidup bersih yang kurang baik seperti Buang Air Besar (BAB) sembarangan, baik itu di sungai atau pun pada sumber air yang juga digunakan pada kehidupan sehari-hari,” kata Maxi.

Editorial Team

Related Article