- AF AYUFASKIN.ID Night Cream Booster With DNA Salmon
- AL-LATIF Henna Kutek Ravishing Red
- FALLIN BEAUTY Bright & Glow Daily Sunscreen
- FALLIN BEAUTY Bright & Glow Night Repair Cream
- MALLVIRA SKIN Luxury White Body Serum
- RNC WBEAUTY Bodylotion Whitening Booster 10x Niacinamide
- SR SARASKIN COSMETIC Ultimate Whitening Night Cream
- STK COSMETIC BY SARTIKA DEASY Night Cream
- STK COSMETIC BY SARTIKA DEASY Premium Night Cream
- STK COSMETIC BY SARTIKA DEASY Premium Face Toner
- YANTIYNK BEAUTY Night Cream Whitening Acne
Ngeri, Kosmetik Berbahaya Temuan BPOM Bisa Akibatkan Kanker

- BPOM menemukan sejumlah kosmetik mengandung bahan kimia obat berbahaya yang dapat menyebabkan kerusakan ginjal hingga kanker, dan menegaskan tindakan tegas demi kesehatan masyarakat.
- Mayoritas kosmetik berbahaya tersebut dijual secara online, sehingga BPOM memperkuat pengawasan digital melalui PPNS, intelijen, dan keamanan siber untuk menindak pelanggaran di platform daring.
- Sekitar 80 persen produk berbahaya merupakan impor, sementara BPOM menarik berbagai merek lokal dan asing serta meningkatkan edukasi publik agar memilih kosmetik yang aman.
Jakarta, IDN Times - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan sejumlah merek kosmetik yang mengandung bahan berbahaya. Kepala BPOM, Taruna Ikrar, mengatakan, kandungan berbahaya pada kosmetik yang ditemukan BPOM itu bisa menyebabkan kerusakan ginjal hingga kanker.
"Dia mengandung bahan kimia obat. Bahan kimia obat dan kita tahu bahan kimia obat bisa berdampak mulai dari atopi kulit sampai dengan tahap kerusakan ginjal dan tentu bisa menyebabkan hal yang lebih parah, yaitu kanker. Jadi tentu kita demi kesehatan masyarakat luas, kita bertindak tegas," ujar Taruna Ikrar di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (15/7/2026).
1. Mayoritas dijual secara online

Taruna Ikrar mengatakan, mayoritas kosmetik berbahaya yang ditemukan BPOM dijual secara online. Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) BPOM juga terus meningkatkan pengawasan produk yang dijual secara online.
"Kita juga (ada) penindakan, PPNS kami turun, serta kita tingkatkan intelligence dan cyber security kita untuk memata-matai semua yang dilakukan, termasuk yang dijual secara online. Karena memang mayoritas yang melanggar ini penjualannya secara online," kata dia.
2. 80 persen produk impor

Taruna Ikrar mengatakan, 80 persen kosmetik yang ditemukan BPOM mengandung bahan berbahaya merupakan produk impor.
"Ada sebagian (lokal), seperti yang kita ketahui, mayoritas produk impor, 80 persen lebih," ucap dia.
BPOM juga bertekad terus meningkatkan edukasi masyarakat untuk memilih produk yang aman, termasuk kosmetik.
3. Daftar kosmetik yang ditarik BPOM

Berikut daftar kosmetik yang ditarik BPOM!
1. Produk lokal hasil kontrak produksi
2. Produk yang tak memiliki izin edar:
- GLOWING NIGHT TREATMENT (Glowing Beauty Skincare)
- CLARIDERM Astringent AHA + Licorice
3. Produk impor
- MARSHWILLOW Sugar Dust Eyeshadow Palette 803



















