Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Ngeri, Kosmetik Berbahaya Temuan BPOM Bisa Akibatkan Kanker

Ngeri, Kosmetik Berbahaya Temuan BPOM Bisa Akibatkan Kanker
Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar di Tangerang (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • BPOM menemukan sejumlah kosmetik mengandung bahan kimia obat berbahaya yang dapat menyebabkan kerusakan ginjal hingga kanker, dan menegaskan tindakan tegas demi kesehatan masyarakat.
  • Mayoritas kosmetik berbahaya tersebut dijual secara online, sehingga BPOM memperkuat pengawasan digital melalui PPNS, intelijen, dan keamanan siber untuk menindak pelanggaran di platform daring.
  • Sekitar 80 persen produk berbahaya merupakan impor, sementara BPOM menarik berbagai merek lokal dan asing serta meningkatkan edukasi publik agar memilih kosmetik yang aman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan sejumlah merek kosmetik yang mengandung bahan berbahaya. Kepala BPOM, Taruna Ikrar, mengatakan, kandungan berbahaya pada kosmetik yang ditemukan BPOM itu bisa menyebabkan kerusakan ginjal hingga kanker.

"Dia mengandung bahan kimia obat. Bahan kimia obat dan kita tahu bahan kimia obat bisa berdampak mulai dari atopi kulit sampai dengan tahap kerusakan ginjal dan tentu bisa menyebabkan hal yang lebih parah, yaitu kanker. Jadi tentu kita demi kesehatan masyarakat luas, kita bertindak tegas," ujar Taruna Ikrar di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (15/7/2026).

1. Mayoritas dijual secara online

Ngeri, Kosmetik Berbahaya Temuan BPOM Bisa Sebabkan Kanker
Kepala BPOM Taruna Ikrar dalam keterangan persetujuan vaksin campak/ YouTube BPOM

Taruna Ikrar mengatakan, mayoritas kosmetik berbahaya yang ditemukan BPOM dijual secara online. Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) BPOM juga terus meningkatkan pengawasan produk yang dijual secara online.

"Kita juga (ada) penindakan, PPNS kami turun, serta kita tingkatkan intelligence dan cyber security kita untuk memata-matai semua yang dilakukan, termasuk yang dijual secara online. Karena memang mayoritas yang melanggar ini penjualannya secara online," kata dia.

2. 80 persen produk impor

Kepala BPOM Taruna Ikrar dalam Konferensi Pers Hasil Intensifikasi Pengawasan Pangan Ramadan & Idulfitri Tahun 2026 di Gedung BPOM, Rabu (11/3/2026).
Kepala BPOM Taruna Ikrar dalam Konferensi Pers Hasil Intensifikasi Pengawasan Pangan Ramadan & Idulfitri Tahun 2026 di Gedung BPOM, Rabu (11/3/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Taruna Ikrar mengatakan, 80 persen kosmetik yang ditemukan BPOM mengandung bahan berbahaya merupakan produk impor.

"Ada sebagian (lokal), seperti yang kita ketahui, mayoritas produk impor, 80 persen lebih," ucap dia.

BPOM juga bertekad terus meningkatkan edukasi masyarakat untuk memilih produk yang aman, termasuk kosmetik.

3. Daftar kosmetik yang ditarik BPOM

Daftar Kosmetik Berbahaya dari BPOM Terkini (instagram.com/bpom_ri)
Daftar Kosmetik Berbahaya dari BPOM Terkini (instagram.com/bpom_ri)

Berikut daftar kosmetik yang ditarik BPOM!

1. Produk lokal hasil kontrak produksi

  • AF AYUFASKIN.ID Night Cream Booster With DNA Salmon
  • AL-LATIF Henna Kutek Ravishing Red
  • FALLIN BEAUTY Bright & Glow Daily Sunscreen
  • FALLIN BEAUTY Bright & Glow Night Repair Cream
  • MALLVIRA SKIN Luxury White Body Serum
  • RNC WBEAUTY Bodylotion Whitening Booster 10x Niacinamide
  • SR SARASKIN COSMETIC Ultimate Whitening Night Cream
  • STK COSMETIC BY SARTIKA DEASY Night Cream
  • STK COSMETIC BY SARTIKA DEASY Premium Night Cream
  • STK COSMETIC BY SARTIKA DEASY Premium Face Toner
  • YANTIYNK BEAUTY Night Cream Whitening Acne

2. Produk yang tak memiliki izin edar:

  • GLOWING NIGHT TREATMENT (Glowing Beauty Skincare)
  • CLARIDERM Astringent AHA + Licorice

3. Produk impor

  • MARSHWILLOW Sugar Dust Eyeshadow Palette 803

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More