PM Malaysia Anwar Ibrahim (Youtube/Sekretariat Presiden)
Ya, kadang-kadang saya akhirnya sejak tahun 2017 itu ketika bersinggungan dengan TKW tadi yang saya ikut bantu itu, akhirnya saya mulai mempelajari tentang politik Malaysia gitu. Jadi bagaimana Anwar Ibrahim bisa jadi Perdana Menteri misalnya, sebelumnya dia nggak jadi, masuk penjara, segala macam begitu.
Nah, dari pidatonya Anwar Ibrahim itu kadang-kadang agak ambigu. Seperti dalam posisi dia membela Wakil Perdana Menteri itu, Ahmad Zahid Hamidi gitu yang ketua UMNO, itu kan ditarik dakwaannya begitu dengan alasan yang pidatonya retorika ambigu.
Nah, seperti yang ini disampaikan ke teman-teman media itu saya yakin ambigu gitu. Bahwa dia tidak tahu itu rasanya itu suatu yang tidak betul, kalau istilah Malaysia begitu gitu. Karena saya mendengar ya teman-teman juga saya yakin juga mendengar informasi bahwa Anwar Ibrahim terakhir datang ke Indonesia ke Pak Prabowo itu nampaknya diduga membawa kepentingannya Riza Chalid gitu.
Sebenarnya Pak Prabowo kan butuh Malaysia untuk membantu mengeluarkan dua kapal tanker di Selat Hormuz, Iran gitu. Nah, justru ini kan yang butuh kita, kalau perlu Pak Prabowo atau siapa wakilnya, Menteri Perdagangan yang datang ke Malaysia kan.
Justru tiba-tiba Anwar Ibrahim yang pengen datang ke Indonesia gitu malah. Itu yang suatu mengagetkan dan saya mencoba mencari informasi nampaknya justru akhirnya yang berkepentingan adalah Anwar Ibrahim begitu.
Nah, inilah yang apa menurut saya menjadi ambigu juga gitu. Kalau mengatakan bahwa dia tidak tahu keberadaannya Riza Chalid di mana gitu, itu ambigu. Dan saya kira itu suatu yang tidak betul begitu
Dan ini nanti mudah-mudahan kalau informasi yang terakhir Anwar Ibrahim datang ini ya nanti biarlah dibedah di Parlemen Malaysia nanti bulan Juni ini akan sidang-sidang lagi, nanti mudah-mudahan bisa dibedah lagi di sana gitu. Dan mudah-mudahan bisa segera dengan cara-cara demikian nanti Riza Chalid dipulangkan.
Tapi ya apa pun, apalagi kalau posisi Anwar Ibrahim memang dekat, ya memang bisa jadi dibutuhkan atau menjadi faktor yang akan menjadikan menghambat dipulangkannya ini. Tapi kalau sepanjang Pak Prabowo tegas meminta kepada Anwar Ibrahim dan tidak ada suatu yang apa lobi-lobi segala macam, ya otomatis ya bisa dipulangkan gitu.
Nah, apalagi kemudian menurut saya, tadinya kan tersangka kasus yang Pertamina, tata kelola BBM. Nah, justru kemudian belakangan Kejaksaan Agung malah menjadikan tersangka dia kasus Petral gitu. Nah, saya yakin Pak Prabowo sudah tidak mau dilobi lagi oleh Anwar Ibrahim dan harus tegas kepada Anwar Ibrahim untuk memulangkan Riza Chalid.
Tapi ya, nyatanya kan Anwar Ibrahim tidak bisa membantu pengeluaran kapal tanker sebagaimana yang diupayakan oleh Pak Prabowo kan gitu kan. Sampai Pak Prabowo juga datang ke Jepang setelah nampaknya Malaysia tidak bisa membantu untuk meminta Jepang untuk membantu membujuk Iran untuk mengeluarkan dua kapal tanker itu gitu kan.
Jadi diplomasi yang dilakukan Pak Prabowo sebenarnya sangat tinggi untuk memastikan semua berjalan dengan baik bagi kelancaran ini. Karena kalau dua kapal itu tidak bisa keluar kan ya berarti BBM bisa harga naik dan Pak Prabowo sangat peduli itu gitu.
Sampai beliau Pak Prabowo datang ke Jepang juga gitu. Dan ini kan nampaknya terlepas dari itu artinya pembicaraan dengan Anwar Ibrahim yang seakan-akan barter dengan Riza Chalid kan tidak ada manfaatnya.
Buktinya kapal tanker masih tertahan. Dan kalau keluar ini kan karena memang perang yang mereda gitu lho. Dan itu sudah sewajarnya Pak Prabowo tidak perlu memandang atau menganggap Anwar Ibrahim sesuatu yang harus balas budi gitu karena tidak membantu apa-apa.
Beda dengan dulu ketika ini Equanimity milik 1MDB disita di Tanjung Benoa, Bali begitu. Diserahkan kepada Pak Mahathir Mohamad waktu itu Pak Mahathir Mohamad baru dilantik sebagai Perdana Menteri kemudian datang ke Indonesia meminta itu sama Pak Jokowi dikasihkan waktu itu.
Padahal yang pengen menyita kan Amerika gitu. Tapi diserahkan dan kemudian kita dapat manfaat TKI kita diberikan perlindungan, tidak diusir-usir dan kemudian juga termasuk yang mau dihukum gantung menjadi dibatalkan semua tidak hanya Siti Aisyah gitu.
Jadi artinya memang diplomasi tingkat tinggi harus begitu gitu. Dan kalau dalam persoalan ini nanti apa begitu kan pertukaran tentang narkoba, kasus-kasus narkoba, pertukaran tentang teroris itu kan masih dibutuhkan.