Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
114 Situs budaya dan Bersejarah Iran Rusak akibat Serangan AS-Israel
Istana Golestan di Teheran, salah satu situs bersejarah yang rusak akibat serangan udara AS-Israel (Ninara, CC BY 2.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/2.0>, via Wikimedia Commons)
  • Iran melaporkan 114 situs budaya dan bersejarah rusak akibat serangan udara AS-Israel sejak 28 Februari, termasuk museum dan kawasan kota bersejarah di beberapa provinsi.
  • Pemerintah Iran mendesak UNESCO dan lembaga internasional lain bertindak tegas melindungi warisan budaya, menegaskan bahwa penghancuran situs tersebut melanggar hukum internasional.
  • Serangan gabungan AS-Israel terus berlanjut meski Trump mengklaim ada perundingan damai, sementara Iran membantah adanya dialog dan menilai klaim itu sebagai manuver politik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Iran menyebutkan sedikitnya 114 situs budaya dan bersejarah di negara tersebut mengalami kerusakan akibat serangan udara Amerika Serikat (AS)-Israel sejak 28 Februari. Di antara situs yang terdampak terdapat 48 museum dan enam kawasan kota bersejarah di Teheran, Isfahan, Sanandaj, Kermanshah, Qom, dan Khansar.

“Berdasarkan penilaian lapangan terbaru dan laporan para ahli, sejauh ini 114 situs budaya dan bersejarah, termasuk situs Warisan Dunia, situs yang terdaftar secara nasional, serta lokasi bersejarah bernilai tinggi, telah mengalami kerusakan,” kata Kementerian Warisan Budaya, Pariwisata dan Kerajinan Tangan Iran dalam pernyataan pada Selasa (23/3/2026), dikutip dari Anadolu.

Pihaknya menyebutkan bahwa berdasarkan hukum internasional, termasuk Konvensi Den Haag tahun 1954, setiap tindakan militer yang mengakibatkan penghancuran atau kerusakan terhadap warisan budaya merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional dan ancaman langsung terhadap memori sejarah umat manusia.

1. Iran desak komunitas internasional ambil langkah tegas

Masjed-e Jame, salah satu situs bersejarah yang rusak akibat serangan udara AS-Israel di kota Isfahan, Iran (reibai, CC BY 2.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/2.0>, via Wikimedia Commons)

Kementerian tersebut menyerukan kepada organisasi internasional, khususnya Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB (UNESCO), untuk memainkan peran yang lebih aktif, efektif, dan memberikan efek jera dalam melindungi warisan budaya.

Sebanyak sembilan surat resmi telah dikirimkan melalui jalur diplomatik kepada berbagai lembaga internasional, termasuk UNESCO, Asian Cultural Heritage Alliance, International Council of Museums, International Council on Monuments and Sites, dan World Tourism Organization terkait serangan terhadap situs budaya yang terancam.

“Warisan budaya Iran adalah kepercayaan masa lalu untuk masa depan, dan melindunginya adalah kewajiban nasional dan kemanusiaan,” tambahnya.

2. AS, Israel, dan Iran termasuk penandatangan konvensi perlindungan warisan budaya

serangan Israel di ibu kota Iran, Teheran, dalam perang pada Juni 2025 (Mehr News Agency, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)

UNESCO menyatakan telah memverifikasi kerusakan situs bersejarah di Iran, termasuk Golestan Palace di Teheran serta Chehel Sotoun Palace dan Masjed-e Jame di Isfahan. Lembaga tersebut mengungkapkan bahwa sebelum perang, mereka telah membagikan koordinat geografis situs-situs tersebut kepada semua pihak agar mereka dapat mengambil langkah-langkah pencegahan guna menghindari kerusakan.

Berdasarkan hukum internasional, serangan militer yang menargetkan situs budaya dikategorikan sebagai kejahatan perang. Baik AS, Israel, dan Iran telah menandatangani konvensi untuk melindungi warisan budaya, termasuk dalam konflik bersenjata.

Namun, awal bulan ini, Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menyatakan bahwa Washington tidak akan menerapkan apa yang disebutnya sebagai "aturan keterlibatan yang konyol", yakni konvensi dan hukum yang dirancang untuk mengurangi risiko terhadap warga sipil. Presiden AS, Donald Trump, sebelumnya juga mengancam akan menyerang situs budaya Iran pada Januari 2020.

3. Serangan di Iran terus berlanjut meski Trump klaim ada perundingan untuk akhiri konflik

Presiden AS Donald Trump (Gage Skidmore, CC BY-SA 2.0 , via Wikimedia Commons)

Konflik di Timur Tengah semakin memanas sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang sejauh ini telah menewaskan lebih dari 1.500 orang. Teheran membalas dengan melancarkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, serta Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.

Pada Senin (23/3/2026), Trump mengklaim bahwa Washington dan Teheran telah melakukan pembicaraan yang sangat produktif untuk mengakhiri perang. Namun, pejabat Iran membantah adanya dialog antara kedua negara, dan menyebut komentar Trump tersebut merupakan bagian dari upayanya untuk menurunkan harga energi serta mengulur waktu untuk melaksanakan rencana militer.

Dilansir dari Al Jazeera, serangan AS-Israel terus berlanjut di Iran pada Selasa, dengan ledakan besar dilaporkan terjadi di kota Teheran, Tabriz, Isfahan dan Karaj. Dua fasilitas gas dan satu jaringan pipa turut menjadi sasaran, meski Trump sebelumnya mengklaim telah memerintahkan penundaan serangan terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran selama 5 hari ke depan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team