Jakarta, IDN Times - Sekitar 20.000 pelaut kini dikabarkan sedang terjebak di Teluk Persia. Hal ini terjadi karena kapal yang mereka tumpangi tidak bisa berlayar melewati Selat Hormuz imbas blokade yang dilakukan AS dan Iran.
Menurut laporan Times of Israel pada Selasa (28/4/2026), ada ratusan kapal yang kini terjebak di Selat Hormuz. Kapal-kapal tersebut umumnya terdiri dari kapal kargo dan kapal tanker berisi minyak. Mereka terjebak karena tidak bisa melintasi Selat Hormuz.
Menurut pengamat, blokade Selat Hormuz ini menyebabkan lalu lintas perdagangan global jadi kacau. Sebab, kapal-kapal dagang, termasuk kapal minyak, banyak yang tidak bisa mengirim barang ke negara tujuan. Hal ini lantas membuat harga bahan pokok, termasuk harga minyak mengalami kenaikan.
