Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

AS Sebut Iran Serius Ingin Sepakati Perdamaian

AS Sebut Iran Serius Ingin Sepakati Perdamaian
potret Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio (flickr.com/Gage Skidmore via commons.wikimedia.org/Gage Skidmore)
Intinya Sih
  • AS menyebut Iran kini serius ingin berdamai setelah mengalami kerugian ekonomi besar, inflasi tinggi, dan gagal bayar utang akibat perang serta sanksi ekonomi.
  • Rubio menegaskan syarat utama perdamaian adalah Iran harus membuka kembali Selat Hormuz sepenuhnya karena dianggap sebagai jalur perairan internasional yang tidak boleh diblokade.
  • Iran telah mengirim proposal perdamaian baru melalui Pakistan yang mencakup kesediaan membuka Selat Hormuz, namun AS menilai isi proposal belum cukup karena tak membahas penghentian program nuklir.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Amerika Serikat menyebut Iran kini sudah sangat serius untuk menyepakati perdamaian dengan mereka agar perang bisa segera berakhir. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, pada Senin (27/4/2026).

Menurut Rubio, Iran ingin segera berdamai karena mereka sudah mengalami banyak kerugian ekonomi akibat berperang dengan AS dan Israel. Rubio menyebut Iran kini juga sudah mengalami inflasi yang tinggi dan gagal bayar utang luar negeri. Masalah tersebut juga diperparah oleh sanksi ekonomi AS yang diberikan kepada Iran. 

“Saya pikir, mereka (Iran kini) serius untuk keluar dari kekacauan yang mereka alami. Semua masalah yang dihadapi Iran sebelum dimulainya konflik ini masih ada dan sebagian besar bahkan lebih buruk,” kata Rubio dalam sebuah wawancara bersama Fox News, seperti dikutip Anadolu Agency

1. Rubio ingin Iran membuka kembali Selat Hormuz

Marco Rubio sedang berbicara di hadapan banyak orang.
potret Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio (commons.wikimedia.org/Gage Skidmore)

Namun, Rubio menegaskan, jika Iran benar-benar ingin berdamai, mereka harus memenuhi syarat dari AS terlebih dahulu, yakni membuka Selat Hormuz secara penuh. Sebab, Iran tidak berhak menguasai apalagi memblokade Selat Hormuz karena selat tersebut merupakan perairan internasional. 

“Selat itu terbuka. Selama Anda berkoordinasi dengan Iran, mendapatkan izin kami, atau kami akan meledakkan Anda dan Anda membayar kami. Itu bukan membuka selat. Itu adalah jalur perairan internasional,” jelas Rubio.

“Mereka tidak dapat menormalisasi dan kita juga tidak dapat menolerir upaya mereka untuk menormalisasi. (Itu adalah) sebuah sistem di mana Iran menentukan siapa yang berhak menggunakan jalur perairan internasional, dan berapa banyak yang harus Anda bayarkan kepada mereka untuk menggunakannya,” tambah Rubio.

2. Iran sebelumnya sudah membuka Selat Hormuz secara penuh

Selat Hormuz.
potret Selat Hormuz (commons.wikimedia.org/Goran_tek-en)

Sebetulnya, Iran sudah pernah membuka Selat Hormuz secara penuh. Hal ini dilakukan sebagai balasan atas gencatan senjata yang diberikan oleh AS pada 8 April 2026 lalu. 

Sayangnya, Iran kini sudah kembali menutup Selat Hormuz. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk protes karena AS hingga kini masih memblokade semua pelabuhan milik Iran meski sudah ada gencatan senjata. 

Penutupan kembali Selat Hormuz ini lantas membuat harga minyak beberapa waktu lalu sempat meroket sebesar enam persen. Padahal, sebelumnya, harga minyak sempat turun drastis hingga lebih dari 10 persen karena Iran bersedia membuka Selat Hormuz. 

3. Iran bersedia membuka kembali Selat Hormuz

Bendera Iran sedang berkibar.
potret bendera Iran (unsplash.com/mostafa meraji)

Kendati begitu, Iran kini dikabarkan sudah bersedia untuk kembali membuka Selat Hormuz. Kesediaan tersebut tertuang di dalam proposal perdamaian baru yang dikirim ke AS lewat Pakistan pada Minggu (26/4/2026) lalu. 

Presiden AS, Donald Trump, menyebut proposal perdamaian baru yang diberikan Iran sudah lebih baik dari sebelumnya. Hanya saja, presiden berusia 79 tahun itu mengatakan, semua isi yang ada di dalamnya belum cukup untuk mengakhiri perang. Sebab, ada beberapa hal yang menurutnya masih kurang. 

Di sisi lain, seorang pejabat AS yang tidak disebut namanya justru mengatakan, Trump kurang suka dengan proposal perdamaian baru yang ditawarkan Iran. Sebab, proposal itu tidak berbicara soal penghentian program nuklir milik mereka. Menurut pejabat tersebut, Trump lebih suka Iran menghentikan program senjata nuklirnya jika ingin berdamai dengan AS. Sebab, itu juga merupakan salah satu syarat perdamaian yang diberikan AS ke Iran beberapa waktu lalu. 

Sumber

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Related Articles

See More