Jakarta, IDN Times - India saat ini sedang mengalami darurat gigitan ular. Menurut data yang dirilis Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga India, setidaknya ada sekitar 50 ribu warga setempat yang tewas tiap tahun imbas digigit ular berbisa. Jumlah tersebut sudah mencakup 50 persen kasus gigitan ular di seluruh dunia.
Kondisi ini diperparah dengan kelangkaan antivenom, serum antibodi yang bertugas menetralkan racun dalam bisa ular, di banyak rumah sakit yang ada di India. Menurut laporan terbaru yang dirilis Global Snakebite Taskforce (GST), sekitar 99 persen tenaga kesehatan di India mengalami tantangan saat menangani korban gigitan ular karena kelangkaan tersebut.
