Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Ular Berwajah Aneh, Sama Sekali Tidak Menyeramkan

boa pasir arab
boa pasir arab (inaturalist.org/Marius Burger)
Intinya sih...
  • Ular karung adalah ular akuatik dengan kulit lentur, ekor pipih, dan wajah aneh yang berguna untuk melihat ke permukaan air dari dasar sungai.
  • Ular bertentakel memiliki tentakel untuk berkamuflase, hidup di air, dan berbisa tidak berbahaya bagi manusia.
  • Boa pasir arab merupakan ular fosorial dengan mata mungil yang memudahkan untuk menggali lubang di pasir.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Biasanya ular identik dengan kesan menyeramkan dan berbahaya. Bisa mematikan, mata dengan tatapan tajam, serta gigi taring yang siap mencabik daging mangsa membuat ular ditakuti oleh banyak orang. Uniknya ular tak selamanya lekat dengan stigma menyeramkan dan mengerikan. Sebaliknya ada beberapa ular berwajah aneh yang lucu, menggemaskan, dan tidak biasa.

Salah satunya adalah boa pasir arab yang punya mata kecil di bagian atas kepala. Di Indonesia juga ada ular karung yang kepalanya mungil dan matanya kecil. Adapun, ular bertentakel punya sepasang kumis di moncong yang digunakan untuk mendeteksi mangsa. Mau tahu lebih banyak terkait wajah semua ular tersebut? Yuk, simak pembahasan lengkapnya di bawah ini.

1. Ular karung

ular karung
ular karung (commons.wikimedia.org/Harsha Jayaramaiah)

Dilansir Thai National Parks, hewan ini merupakan ular akuatik yang secara penuh hidup di air. Semua bagian tubuhnya sudah beradaptasi untuk menyokong gaya hidup akuatik. Sebagai contoh, kulit ular dengan panjang maksimal 2 meter ini lentur dan bergelambir. Sisiknya juga keras dan kecil yang mana memudahkannya untuk melilit mangsa. Tak cuma itu, ekornya juga pipih dan berguna sebagai dayung.

Kepala dan wajah ular ini dari genus Acrochordus ini berbeda dari ular lain dengan mata kecil, hidung bulat besar, wajah pipih, dan mata yang berada di bagian atas kepala. Walau aneh, bentuk wajah tersebut sangat berguna bagi ular tidak berbisa ini. Dengan wajah anehnya ia bisa dengan mudah melihat ke permukaan air dari dasar sungai. Hidung besarnya juga memudahkan ular ini untuk bernafas.

2. Ular bertentakel

ular bertentakel
ular bertentakel (inaturalist.org/Ngôn Lâm Quang)

Seperti namanya, ular dengan nama ilmiah Erpeton tentaculatum ini memiliki dua tentakel kecil di ujung kepalanya. Tentakel itulah yang membuat ular ini seakan-akan memiliki kumis panjang. Namun, sebenarnya tentakel tersebut punya fungsi, yaitu untuk berkamuflase dan menarik perhatian mangsa, jelas laman Smithsonian's National Zoo & Conservation Biology Institute.

Ular bertentakel merupakan hewan akuatik dan sering ditemukan di sungai, danau, kolam, atau rawa. Makanan utamanya adalah hewan air seperti ikan. Ukuran ular ini tidak terlalu besar dengan panjang sekitar 50-90 centimeter. Ia juga berbisa, tetapi bisanya tidak berbahaya bagi manusia dan hanya efektif untuk melumpuhkan hewan berukuran kecil yang menjadi mangsanya.

3. Boa pasir arab

boa pasir arab
boa pasir arab (inaturalist.org/Roberto Sindaco)

Laman Animalia menjelaskan kalau ular dengan nama ilmiah Eryx jayakari ini merupakan hewan fosorial yang bisa ditemukan di Iran, Kuwait, Oman, Saudi Arabia, Yemen, sampai Iraq. Ia hidup di daerah kering seperti padang pasir dan gurun. Ia juga tidak berbisa dan sama sekali tidak berbahaya. Jangankan menggigit, justru ia termasuk ular yang pasif dan tidak agresif.

Sebagai ular fosorial reptil ini punya beberapa adaptasi untuk hidup di pasir dan di dalam tanah. Ia punya mata mungil yang terletak di bagian atas kepala. Moncongnya juga datar yang mana memudahkan boa pasir arab untuk menggali lubang di pasir. Nah, bentuk mata dan kepala itulah yang memberikan kesan aneh. Saking anehnya, ular berwarna krem ini sering dipelihara dan populer di kalangan penghobi.

4. Ular hidung babi

ular hidung babi
ular hidung babi (inaturalist.org/Shreybae)

Sama seperti boa pasir arab, wajah yang dimiliki ular asal benua Amerika ini juga memiliki kegunaan tersendiri. Dilansir Britannica, moncong yang datar, keras, dan menghadap ke atas digunakan untuk menggaliJadi, keanehan ular ini adalah adaptasi yang memudahkan kehidupannya. Tak cuma pandai menggali, ular dari genus Heterodon, Leioheterodon, dan Xenodon ini juga memiliki hal unik lain, lho.

Saat merasa terancam ia bisa memipihkan badan dan lehernya sehingga mirip ular kobra. Ia juga bisa menyerang dan menggigit, tapi bisanya sama tidak berbahaya bagi manusia. Jika menyerang dan memipihkan badan tak berhasil, hewan ini juga bisa berpura-pura mati. Caranya sederhana di mana ia akan membalikan tubuh, membuka mulut, menjulurkan lidah, dan mengeluarkan bau tak sedap.

5. Ular hidung daun madagaskar

ular hidung daun madagaskar
ular hidung daun madagaskar (commons.wikimedia.org/Alextelford)

Dilansir iNaturalist, Langaha madagascariensis atau ular hidung daun madagaskar merupakan spesies kriptik. Artinya ia merupakan spesies yang sangat sulit ditemukan karena mampu menyatu dan menyamar dengan sangat baik. Kemampuan menyamar ini disokong oleh beberapa hal, yaitu warnanya yang serupa dengan lingkungan sekitar, ukurann kecil, badan ramping, dan tonjolan memanjang di ujung moncongnya.

Tonjolan inilah yang membuat wajah ular endemik Madagaskar ini terlihat aneh. Terkadang, tonjolannya hanya memanjang dan lurus seperti ranting pohon. Namun, di beberapa individu tonjolannya juga memiliki cabang kecil sehingga sangat mirip dengan dedaunan. Ia juga merupakan ular arboreal yang sering ditemukan di semak-semak, rerumputan, dan pepohonan.

Ular berwajah aneh punya cara hidup yang unik dan bervariasi. Wajah anehnya juga bukan hiasan semata, melainkan memiliki fungsi dan kegunaan tersendiri. Artinya bentuk wajah pada ular merupakan sebuah evolusi dan adaptasi yang hadir untuk memudahkan kehidupan. Maka dari itu, bisa disimpulkan kalau semua bagian tubuh ular memiliki peran dan kegunaannya masing-masing.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Latest in Science

See More

Bagaimana Cara Kucing Menentukan Tempat Favorit untuk Tidur?

21 Jan 2026, 16:28 WIBScience