Jakarta, IDN Times - Kelompok hak asasi manusia Sudan melaporkan bahwa sedikitnya 72 orang tewas akibat serangan udara di sebuah tambang emas di wilayah perbatasan Sudan-Mesir. Militer Mesir dituduh bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Emergency Lawyers, yang berbasis di ibu kota Sudan, Khartoum, mengatakan bahwa jet tempur Mesir menyerang para penambang tradisional di sebuah lokasi penambangan emas populer di negara bagian Sungai Nil pada Sabtu (10/10/2026). Jumlah korban tewas disebut masih bisa bertambah.
“Penargetan yang disengaja terhadap warga sipil yang tidak bersenjata merupakan pelanggaran terhadap hukum humaniter internasional dan hak untuk hidup. Tindakan-tindakan ini dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang," kata Emergency Lawyers dalam pernyataan pada Minggu (11/10/2026), dikutip BBC.
