Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bendera Venezuela sedang berkibar.
potret bendera Venezuela (pexels.com/aboodi vesakaran)

Intinya sih...

  • Sebagian besar tim pengamanan Presiden Nicolas Maduro tewas dalam operasi militer AS, menunjukkan target langsung terhadap pusat-pusat pengamanan elite di sekitar kepemimpinan Venezuela.

  • Presiden AS Donald Trump menyatakan berhasil menangkap Maduro dan istrinya di New York, dengan dakwaan perdagangan narkotika dan kerja sama dengan kelompok kriminal yang diklasifikasikan sebagai organisasi teroris.

  • Maduro membantah tuduhan Amerika Serikat sebagai upaya politik untuk menggulingkan pemerintahannya. Pejabat Venezuela menuntut pembebasan Maduro dan istrinya serta

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Jumlah korban tewas akibat operasi militer Amerika Serikat di Venezuela terus bertambah. Media Amerika Serikat, The New York Times, melaporkan sekitar 80 orang meninggal dunia sejak operasi yang digelar Sabtu (3/1/2026).

Mengutip seorang pejabat senior Venezuela, laporan tersebut menyebut angka korban masih berisiko meningkat seiring berlanjutnya proses evakuasi dan identifikasi di lokasi-lokasi terdampak operasi militer.

Operasi berskala besar itu dilakukan oleh militer Amerika Serikat di ibu kota Caracas dan sekitarnya. Serangan tersebut menjadi eskalasi paling serius dalam hubungan kedua negara selama beberapa dekade terakhir.

Pemerintah Venezuela mengecam keras tindakan tersebut dan menuding Amerika Serikat telah melanggar kedaulatan nasional, sementara Washington menyatakan operasi dilakukan untuk menegakkan hukum dan keamanan internasional.

1. Tim keamanan Presiden Venezuela jadi sasaran serangan

Presiden Venezuela, Nicolás Maduro (Kremlin.ru, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino mengungkapkan sebagian besar tim pengamanan Presiden Nicolas Maduro tewas dalam operasi militer Amerika Serikat tersebut.

“Sebagian besar tim keamanan presiden telah terbunuh,” kata Padrino dalam pernyataannya, tanpa merinci jumlah korban secara pasti.

Pernyataan itu mengindikasikan bahwa pasukan AS secara langsung menargetkan pusat-pusat pengamanan elite di sekitar kepemimpinan Venezuela. Namun, otoritas Venezuela belum merilis daftar resmi korban dari kalangan militer maupun sipil.

Hingga kini, pemerintah di Caracas masih membatasi akses informasi dari lokasi operasi dengan alasan keamanan nasional.

2. Trump tangkap Maduro dan istrinya

Presiden Venezuela, Nicolás Maduro dan istrinya Cilia Flores ( Eneas De Troya from Mexico City, México, CC BY 2.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/2.0>, via Wikimedia Commons)

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan operasi militer tersebut berhasil menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores. Trump juga menegaskan Amerika Serikat siap menegaskan kendali atas Venezuela untuk sementara waktu, termasuk dengan pengerahan pasukan AS jika diperlukan.

Menurut otoritas AS, Maduro dan Flores tiba di New York pada Sabtu malam dan kini ditahan di Metropolitan Detention Center, Brooklyn.

Keduanya menghadapi dakwaan federal Amerika Serikat terkait perdagangan narkotika serta dugaan kerja sama dengan kelompok kriminal yang diklasifikasikan Washington sebagai organisasi teroris.

3. Venezuela bantah tuduhan dan tuntut pembebasan

bendera Venezuela (unsplash.com/aboodi vesakaran)

Sebelumnya, Maduro membantah seluruh tuduhan yang dialamatkan kepadanya oleh pemerintah Amerika Serikat. Ia menegaskan tuduhan tersebut bermotif politik dan bertujuan menggulingkan pemerintahannya.

Pejabat-pejabat Venezuela di Caracas juga secara terbuka menuntut pembebasan Maduro dan istrinya, serta mengecam penahanan tersebut sebagai penculikan ilegal di bawah hukum internasional.

“Ini adalah pelanggaran serius terhadap kedaulatan dan martabat bangsa Venezuela,” kata salah satu pejabat pemerintah, seperti dikutip media lokal.

Sementara itu, situasi di Venezuela dilaporkan masih tegang, dengan status darurat nasional tetap diberlakukan dan pasukan keamanan disiagakan di berbagai wilayah strategis. Namun, sejumlah orang melakukan selebrasi atas ditangkapnya Maduro.

Editorial Team