Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kuba Sebut Penangkapan Maduro adalah Aksi Terorisme AS

Kuba Sebut Penangkapan Maduro adalah Aksi Terorisme AS
ilustrasi bendera Kuba (unsplash.com/limamauro23)
Intinya sih...
  • Kuba mengecam penangkapan Maduro sebagai aksi terorisme AS.
  • Kuba mewaspadai ancaman AS dan kehilangan suplai minyak dari Venezuela.
  • Marco Rubio memperingatkan Kuba usai penangkapan Maduro, menuding Kuba mengambilalih Venezuela.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Kuba, Miguel Diaz-Canel mengecam penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro dalam operasi Amerika Serikat (AS). Ia bersama rakyat Kuba melakukan aksi solidaritas untuk menolak operasi militer AS di Venezuela. 

“Kuba mengecam aksi ini dan menganggap ini sebuah aksi terorisme. Ini adalah sebuah pelanggaran norma hukum internasional karena melancarkan agresi terhadap negara damai yang tidak mengancam AS,” terangnya, dikutip dari France24, Minggu (4/1/2026).

Sementara itu, Kuba menjadi salah satu sekutu politik dan ekonomi terdekat Venezuela di Amerika Latin. Selain Kuba, pemerintahan Maduro juga memiliki kedekatan dengan Nikaragua. 

1. Kuba mewaspadai ancaman AS selanjutnya

Kuba Sebut Penangkapan Maduro adalah Aksi Terorisme AS
Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel (Kremlin.ru, CC BY 3.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/3.0>, via Wikimedia Commons)

Diaz-Canel mengungkapkan solidaritas Kuba kepada Venezuela atas penangkapan Maduro. Menurutnya, pemerintahan Presiden AS, Donald Trump dan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio adalah musuh bagi Amerika Latin dan Karibia. 

“Mereka sudah bertanggung jawab atas korban tewas dan kerusakan material imbas agresi di Venezuela. Kuba mendesak AS untuk segera membebaskan Maduro dan istrinya, Cilia Flores,” ungkapnya, dikutip dari OnCuba News.

Diaz-Canel menyebut, serangan ke Venezuela adalah sebuah pelanggaran standar internasional terhadap negara berdaulat. Ia mendesak komunitas internasional untuk tidak membiarkan negara pelanggar hukum internasional bebas. 

2. Jatuhnya rezim Maduro akan membuat Kuba kehilangan suplai minyak

Kuba Sebut Penangkapan Maduro adalah Aksi Terorisme AS
Instagram.com/nicolasmaduro

Kejatuhan rezim Maduro akan menjadi pukulan besar bagi Kuba yang telah dilanda krisis energi. Tak hanya masalah ekonomi, Havana juga mengkhawatirkan soal ketidakpastian politik, dan militer imbas penangkapan Maduro sebagai sekutu terdekatnya. 

Dilansir EFE, Kuba mengimpor 80 persen suplai bahan bakar minyak (BBM) dari luar negeri. Sementara itu, Venezuela menjadi penyuplai terbesar BBM ke Kuba yang mencapai 30 persen. Pasokan itu ditukar dengan personel medis Kuba yang bekerja di Venezuela. 

Dalam 5 tahun terakhir, Kuba telah dilanda krisis ekonomi sejak pandemik COVID-19. Negara Karibia itu juga dihadapkan pada krisis energi yang membuat pemadaman listrik lebih dari 20 jam di sebagian wilayah. 

3. Rubio peringatkan Kuba usai penangkapan Maduro

Kuba Sebut Penangkapan Maduro adalah Aksi Terorisme AS
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio. (Gage Skidmore, CC BY-SA 3.0 , via Wikimedia Commons)

Pada saat yang sama, Rubio memperingatkan Kuba untuk waspada usai penangkapan Maduro sehari sebelumnya. Ia menyebut, Kuba dipimpin oleh orang yang tidak kompeten dan pikun. 

“Dalam sejumlah kasus, salah satu masalah terbesar Venezuela adalah mereka harus mendeklarasikan kemerdekaan dari Kuba. Mereka mencoba untuk menguasai dari segi keamanan. Jika saya berada di Havana, mungkin saya akan khawatir,” ujarnya, dilansir The Hill.

Rubio menyampaikan bahwa personel pengawal keamanan Maduro dan seluruh agen mata-mata di Venezuela berasal dari Kuba. Alhasil, ia menuding Kuba mengambilalih Venezuela. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
Delvia Y Oktaviani
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More

Dasco Respons Polemik Pemilihan Kepala Daerah Melalui DPRD

06 Jan 2026, 14:12 WIBNews