“Apa yang bisa saya katakan di sini? Jika ini bisa dilakukan terhadap diktator, seperti itu, maka AS tahu apa yang harus mereka lakukan selanjutnya,” kata Zelenskyy, dikutip dari NDTV.
Penangkapan Maduro Jadi Celah Zelensky Menyentil Putin

- Operasi AS menangkap Maduro di Caracas
- Rusia mendesak pembebasan Maduro
- Trump menilai oposisi Venezuela
Jakarta, IDN Times – Tak lama setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada Sabtu (3/1/2026), Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyampaikan reaksi bernada sindiran yang diarahkan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin. Pernyataan itu disampaikan Zelensky saat konferensi pers ketika menanggapi pertanyaan mengenai langkah Washington tersebut.
Ucapan tersebut dipahami sebagai sindiran agar Trump mengambil langkah serupa terhadap Putin. Pernyataan itu muncul di tengah berlanjutnya serangan Rusia ke Ukraina, tiga tahun setelah invasi dilancarkan.
1. Operasi AS menangkap Maduro di Caracas

Maduro ditangkap bersama istrinya, Cilia Flores, di Caracas sebelum keduanya diterbangkan keluar Venezuela melalui operasi gabungan yang melibatkan badan intelijen dan aparat penegak hukum AS. Penangkapan dilakukan dari kediaman pribadi mereka, sebelum pasangan itu tiba di New York City untuk menghadapi dakwaan narco-terorisme federal.
Trump menyatakan bahwa Maduro dan Flores didakwa atas dugaan perdagangan narkoba serta konspirasi narcoterorisme di Distrik Selatan New York. Ia menegaskan pasangan tersebut akan menjalani proses hukum di AS.
Pihak AS kemudian merilis video yang memperlihatkan Maduro diborgol saat menjalani perp-walk menuju tahanan. Setelah itu, ia dipindahkan ke Metropolitan Detention Center (MDC) di New York City. Fasilitas MDC dikenal memiliki kondisi buruk, dengan persoalan kebersihan serius, kekurangan petugas, kekerasan antarpenghuni, serta pemadaman listrik yang kerap terjadi.
2. Rusia mendesak pembebasan Maduro

Kementerian Luar Negeri Rusia meminta AS segera membebaskan Maduro beserta istrinya dengan menyebut keduanya sebagai pemimpin yang terpilih secara sah. Moskow juga menyerukan agar persoalan antara kedua negara diselesaikan melalui dialog.
“Menyusul laporan yang dikonfirmasi tentang Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan pasangannya berada di Amerika Serikat, kami sangat mendesak kepemimpinan AS untuk mempertimbangkan kembali posisi mereka dan membebaskan presiden yang terpilih secara sah dari negara berdaulat beserta pasangannya,” tulis kementrian itu lewat X, dikutip dari New York Post.
Rusia termasuk di antara sejumlah negara yang menuntut pemerintahan Trump membebaskan Maduro dan Flores setelah operasi penangkapan tersebut berlangsung.
3. Trump menilai oposisi Venezuela

Di sisi lain, Trump menyatakan dirinya tak mempercayai Maria Corina Machado, eks Wakil Majelis Nasional Venezuela. Ia justru mengaku lebih memilih bekerja sama dengan Delcy Rodriguez yang dikenal sebagai loyalis Maduro.
Machado sebelumnya mendesak agar Edmundo Gonzalez Urrutia segera dilantik sebagai presiden. Mayoritas pemerintahan Barat memandang Gonzalez sebagai pemenang sah pemilu presiden Venezuela 2024 yang digelar di tengah kontroversi.


















