Pemogokan ini diserukan oleh serikat pekerja di Prancis, UNSA-ICNA, sebagai bentuk protes atas kondisi kerja yang buruk. Tuntutan utama mereka mencakup penyelesaian masalah kekurangan staf, perbaikan manajemen, dan modernisasi peralatan yang dinilai sudah usang.
"DGAC (Otoritas penerbangan sipil Prancis) gagal memodernisasi peralatan yang penting bagi pengontrol lalu lintas udara, meskipun terus berjanji bahwa semua sumber daya yang diperlukan sedang disediakan," kata UNSA-ICNA dalam sebuah pernyataan.
"Sistemnya sudah hampir rusak, dan badan (pengendali lalu lintas udara) terus meminta lebih banyak stafnya untuk mengimbangi kesulitannya," tambahnya.
Namun, DGAC tidak segera menanggapi tuntutan tersebut. Sebaliknya, DGAC justru meminta beberapa maskapai untuk memangkas hingga 40 persen jadwal penerbangan di bandara-bandara Paris, mempersiapkan gangguan yang diperkirakan akan lebih parah pada Jumat.