Jakarta, IDN Times – Pesawat tempur milik China semakin sering melintas masuk ke zona identifikasi pertahanan udara Taiwan (ADIZ). Dalam rentang lima tahun terakhir, frekuensinya melonjak hampir 15 kali lipat menurut laporan Departemen Urusan China dari Partai Progresif Demokrat (DPP).
Catatan resmi memperlihatkan 380 penerbangan pada 2020, kemudian bertambah menjadi 960 pada 2021, naik lagi menjadi 1.738 pada 2022, melonjak ke 4.734 pada 2023, bertambah ke 5.107 pada 2024, dan mencapai 5.709 sepanjang 2025. Aktivitas yang semula jarang terjadi kini berubah menjadi rutinitas harian.
“Ini menunjukkan bahwa Selat Taiwan telah menjadi titik awal sekaligus tempat uji coba ambisi ekspansionis Beijing,” demikian bunyi laporan tersebut, dikutip dari Taipei Times, Selasa (3/2/2026).
DPP menjelaskan bahwa kawasan Selat Taiwan dijadikan arena utama bagi aktivitas zona abu-abu yang dilakukan Beijing untuk menguji daya tangkal pertahanan. Langkah itu juga disebut bertujuan melemahkan sumber daya militer Taiwan serta perlahan memperluas batas keamanan yang ada saat ini.
