Jakarta, IDN Times - Parlemen Albania, pada Selasa (17/3/2026), bersiap untuk menyetujui proposal menetapkan Iran sebagai negara pendukung terorisme. Proposal itu menunjukkan bukti-bukti internasional soal dukungan Iran kepada kelompok bersenjata yang memicu instabilitas di Timur Tengah.
Dilansir Albania Daily News, resolusi tersebut menggarisbawahi soal serangan siber Iran ke Albania. Termasuk serangan siber terbaru yang menyasar infrastruktur digital milik parlemen dan serangan siber besar pada 2022.
Selama ini hubungan Iran dan Albania terus memanas. Keduanya terlibat ketegangan karena Albania bersedia menampung oposisi Iran, Mojahedin-e-Khalq (MEK).
