Warga Demo, Desak PM Albania Segera Mundur

- Aksi demonstrasi di Tirana berujung anarki
- Demonstran melempari gedung kantor Perdana Menteri Albania dengan bom molotov dan gas air mata.
- Aksi demo di Tirana didukung partai oposisi utama pemerintah
Jakarta, IDN Times - Ribuan warga Albania menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di ibu kota Tirana pada Selasa (10/2/2026) malam waktu setempat. Dalam demo tersebut, para warga mendesak Perdana Menteri Albania, Edi Rama, untuk segera mundur dari jabatannya karena diduga korupsi.
Selain perdana menteri, demonstran yang menggelar demo di Tirana juga mendesak wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Energi dan Infrastruktur Albania, Belinda Balluku, untuk mundur. Sebab, ia diduga bersekongkol dengan Rama untuk melakukan korupsi anggaran dalam jumlah besar.
1. Aksi demonstrasi di Tirana berujung anarkis

Menurut laporan polisi setempat, demo yang dilakukan warga Albania di ibu kota Tirana berujung anarki. Sebab, para demonstran melempari gedung kantor Perdana Menteri Albania yang ada di sana menggunakan bom molotov, bom asap, dan kembang api.
Untuk meredakan aksi tersebut, polisi menembakkan gas air mata dalam jumlah banyak kepada para demonstran. Namun, beberapa dari mereka masih ada yang terus melempari kantor perdana menteri menggunakan senjata-senjata tadi.
Sebanyak 16 demonstran dilaporkan mengalami luka-luka akibat bentrokan dengan polisi yang berupaya melakukan pengamanan di lokasi kejadian. Sementara itu, 13 demonstran lainnya berhasil ditangkap di tempat dan dibawa ke kantor polisi untuk diproses lebih lanjut.
2. Aksi demo di Tirana didukung partai oposisi utama pemerintah

Aksi demo tersebut didukung oleh Partai Demokrat. Partai Demokrat sendiri merupakan partai oposisi utama di Albania. Partai tersebut juga mendesak Edi Rama dan Belinda Balluku untuk mundur dari jabatannya karena diduga melakukan tindak pidana korupsi.
Ketua Partai Demokrat sekaligus mantan Perdana Menteri Albania, Sali Berisha, mengatakan aksi demo di Tirana merupakan bentuk kekecewaan warga terhadap pemerintah. Sebab, ia menilai Pemerintah Albania di bawah tampuk kepemimpinan Edi Rama tidak bekerja dengan baik.
Berisha sendiri sebetulnya juga pernah terjerat kasus korupsi pada 2023. Imbas kasus tersebut, ia sempat menjadi tahanan rumah selama 1 tahun. Namun, pada November 2024, pengadilan tinggi Albania tiba-tiba mencabut dakwaan Berisha dan membebaskannya dari status tahanan rumah tanpa alasan yang jelas.
3. Aksi demo di Albania sudah terjadi selama beberapa bulan terakhir

Aksi demo di Albania sebetulnya sudah terjadi selama beberapa bulan terakhir. Aksi demo ini awalnya dipicu tuduhan yang dilayangkan pengadilan Albania kepada Belinda Baluku selaku Wakil Perdana Menteri pada November 2025 lalu.
Saat itu, Balluku dituduh melakukan korupsi terhadap anggaran pembangunan infrastruktur strategis di Albania. Imbas tuduhan tersebut, ia sempat diberhentikan sementara dari jabatannya oleh Perdana Menteri Edi Rama.
Namun, pada bulan berikutnya, Rama meminta Balluku untuk menjabat lagi sebagai Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Energi dan Infrastruktur Albania. Dari sinilah kecurigaan masyarakat muncul. Masyarakat menduga Rama bersekongkol dengan wakilnya untuk melakukan tindak pidana korupsi.

















