Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Amerika Serikat Mau Tambah Produksi Drone LUCAS buat Serang Iran
potret drone LUCAS milik Amerika Serikat (commons.wikimedia.org/CENTCOM)
  • Pemerintah AS meminta Pentagon memproduksi massal drone LUCAS untuk memperkuat serangan terhadap Iran, setelah dinilai efektif dalam operasi militer Epic Furry.
  • Drone LUCAS buatan SpektreWorks memiliki daya ledak besar, harga relatif murah, dan jangkauan 400 mil, serta sering dibandingkan dengan drone Shahed milik Iran.
  • Ketegangan antara AS, Israel, dan Iran masih berlanjut; serangan terbaru menewaskan pejabat tinggi Iran sementara upaya damai terhambat oleh penolakan syarat dari pihak AS.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Amerika Serikat dikabarkan ingin menambah produksi drone LUCAS untuk meningkatkan serangan ke Iran. Untuk mewujudkan hal tersebut, AS telah meminta Kementerian Pertahanan (Pentagon) untuk memproduksi drone LUCAS secara massal. 

“Idenya adalah untuk memproduksi massal senjata-senjata tersebut di negara ini dan memiliki kapasitas produksi yang besar. Sejauh ini, drone-drone itu bekerja dengan sangat baik,” kata Wakil Menteri Pertahanan AS untuk Penelitian dan Rekayasa, Emil Michael, pada konferensi industri pertahanan di Washington DC, Selasa (17/3/2026), seperti dilansir The Strait Times

1. Drone LUCAS merupakan salah satu drone tercanggih milik AS

potret drone LUCAS milik Amerika Serikat (commons.wikimedia.org/Cpl. Kayla Mc Guire)

Drone LUCAS sendiri merupakan salah satu drone tercanggih yang dimiliki pasukan militer AS. Di AS, pesawat nirawak tersebut diproduksi oleh perusahaan pertahanan milik negara bernama SpektreWorks.

AS menggunakan drone LUCAS untuk menyerang Iran melalui operasi militer Epic Furry. Drone tersebut juga dikenal punya hulu ledak yang kuat sehingga bisa menyebabkan kerusakan yang massif di tempat-tempat yang terkena serangan. 

Harga drone LUCAS terbilang cukup murah, yakni hanya sekitar 55.000 dolar AS atau sekitar Rp930 juta per unit. Oleh karena itu, drone dengan jarak serangan mencapai 400 mil ini menjadi senjata alternatif untuk menggantikan rudal yang harganya lebih mahal.

2. Drone LUCAS mirip dengan drone milik Iran

potret drone Shahed (commons.wikimedia.org/National Police of Ukraine)

Lebih lanjut, drone LUCAS milik AS ini sering dianggap mirip dengan drone milik Iran, yakni drone Shahed atau yang biasa disebut drone Kamikaze. Pesawat tanpa awak tersebut digunakan oleh Iran untuk melakukan serangan balasan kepada AS dan Israel. 

Selain digunakan untuk kepentingan pertahanan nasional, Iran juga mengekspor drone Shahed ke Rusia. Sebab, Rusia kerap menggunakan drone tersebut untuk menyerang Ukraina sejak 2022.

Namun, saat ini, Rusia dikabarkan sudah bisa memproduksi drone Shahed sendiri. Sebab, mereka sudah punya pabrik canggih untuk membuat senjata tersebut secara massal untuk menyerang Ukraina.    

3. AS masih melakukan serangan ke Iran

ilustrasi serangan (unsplash.com/Mohammed Ibrahim)

Sebagai informasi, AS dan sekutunya, Israel, saat ini masih melancarkan serangan ke Iran. Bahkan, serangan Israel yang dilakukan pada Senin (16/3/2026) lalu telah membunuh Ketua Dewan Keamanan Nasional Iran, Ali Larijani. 

Sebetulnya, Iran sudah bersedia berdamai dengan AS dan Israel. Namun, untuk mencapai hal tersebut, Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengatakan AS dan Israel harus mematuhi syarat-syarat yang diberikan olehnya. 

“Satu-satunya cara untuk mengakhiri perang ini, yang dipicu oleh rezim Zionis dan AS, adalah dengan mengakui hak-hak sah Iran, pembayaran ganti rugi (atas kerusakan yang ditimbulkan akibat perang), dan jaminan internasional yang tegas terhadap agresi di masa depan,” tulis Pezeshkian dilansir Al Jazeera.

Sayangnya, Trump enggan mematuhi semua syarat yang diberikan oleh Iran. Sebab, menurutnya, syarat-syarat tersebut tidak menguntungkan semua pihak. “Saat ini, syarat-syarat (yang diberikan oleh Iran) belum bagus,” ujar Trump.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team