Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Zelenskyy Sebut Rusia Jadi Pemasok Drone buat Iran

Zelenskyy Sebut Rusia Jadi Pemasok Drone buat Iran
potret Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy (flickr.com/President Of Ukraine via commons.wikimedia.org/President Of Ukraine)
Intinya Sih
  • Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menuduh Rusia kini menjadi pemasok drone Shahed untuk Iran, yang digunakan dalam serangan terhadap Amerika Serikat, Israel, dan negara-negara Teluk.
  • Drone Shahed awalnya dikembangkan oleh Iran sebagai senjata murah pengganti rudal, memiliki dua tipe utama—131 dan 136—dengan jangkauan hingga 2.000 kilometer.
  • Sebelumnya Rusia membeli dan menggunakan drone Shahed buatan Iran untuk menyerang Ukraina pada 2022, namun kini Rusia memproduksi sendiri dan memasoknya kembali ke Iran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, menyebut Rusia menjadi pemasok drone Shahed untuk Iran. Pesawat tanpa awak tersebut, kata Zelenskyy, digunakan Iran untuk melakukan serangan balasan kepada Amerika Serikat dan Israel. 

Dalam wawancara bersama CNN yang dirilis pada Sabtu (14/3/2026), Zelenskyy mengklaim informasi tersebut 100 persen benar. Bahkan, ia mengklaim drone Shahed Rusia juga digunakan Iran untuk menyerang negara-negara Teluk, seperti Bahrain, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Kuwait, beberapa waktu lalu.  

1. Drone Shahed pertama kali dibuat oleh Iran

Drone Shahed yang rusak.
potret drone Shahed (commons.wikimedia.org/National Police of Ukraine)

Drone Shahed sendiri merupakan jenis drone yang pertama kali dibuat oleh Iran. Drone seharga 20.000 sampai 50.000 dolar AS (Rp338 juta-Rp847 juta) ini diklaim menjadi senjata alternatif paling murah untuk menggantikan rudal dalam peperangan.

Sejumlah media kerap menyebut drone Shahed dengan sebutan “Kamikaze Drone” atau ”Suicide Drone”. Sebutan ini diberikan karena drone Shahed punya kekuatan ledakan masif yang bisa memakan banyak korban. 

Drone Shahed punya dua tipe, yakni 131 dan 136. Tipe 131 punya berat 135 kilogram dengan jarak serangan 900 kilometer. Sementara itu, tipe 136 punya berat 200 kilogram dengan jarak serangan 2.000 kilometer.

2. Drone Shahed pertama kali digunakan secara massal oleh Rusia

Bendera Rusia sedang berkibar.
potret bendera Rusia (unsplash.com/Sergey Beschastnykh)

Lebih lanjut, drone Shahed pertama kali digunakan secara massal pada 2022. Saat itu, drone tersebut digunakan oleh Rusia untuk menginvasi Ukraina. Oleh karena itu, sejak 2022, Rusia kerap membeli drone Shahed dari Iran untuk menyerang Ukraina.  

Tipe drone Shahed yang biasa digunakan oleh Rusia untuk menyerang Ukraina adalah tipe 131. Tipe ini punya berat lebih ringan dan punya jarak serangan lebih pendek dibanding Tipe 136.  

Namun, Rusia saat ini sudah bisa membuat drone Shahed sendiri. Kremlin juga sudah punya pabrik canggih untuk memproduksi drone tersebut. Oleh karena itu, Rusia kini sudah jarang membeli drone Shahed dari Iran karena sudah bisa membuatnya sendiri.  

3. Rusia saat ini memasok drone Shahed untuk Iran

Bendera Iran sedang berkibar.
potret bendera Iran (unsplash.com/sina drakhshani)

Saat ini, keadaan justru berbalik. Rusia menjadi pemasok drone Shahed untuk Iran. Ini terjadi karena persediaan drone Iran diduga menurun. Sebab, drone mereka sudah banyak dipakai untuk menyerang AS dan Israel sejak 28 Februari 2026. 

Selain menjadi pemasok drone, beberapa waktu lalu, Presiden Zelenskyy bahkan mengklaim rusia juga menjadi pemasok rudal untuk Iran. Menurut Zelenskyy, ini merupakan bentuk solidaritas Rusia yang sudah menjadi sekutu Iran sejak lama.

"Rusia telah mulai mendukung rezim Iran dengan drone. Ini pasti akan membantu dengan rudal dan juga membantu mereka dengan pertahanan udara,” tulis Zelenskyy di laman X pribadinya. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More