TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Burkina Faso Usir Pejabat Senior PBB, Kenapa?

Pejabat PBB ditetapkan sebagai persona non grata

Ilustrasi bendera Burkina Faso. (Pixabay.com/jorono)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Burkina Faso memerintahkan pejabat senior Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Barbara Manzi untuk segera meninggalkan negara itu pada Jumat (23/12/2022). Pemerintah tidak menjelaskan alasan pengusiran, tapi Kementerian Luar Negeri telah menetapkan Manzi sebagai persona non grata.

Manzi ditunjuk sebagai Koordinator Residen PBB di Burkina Faso sejak Agustus tahun lalu, sebelumnya koordinator residen di Djibouti. Dia memiliki pengalaman panjang dalam kegiatan kemanusiaan, dan pernah bekerja sebagai kepala Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) di Ukraina, Irak, Myanmar, dan Sri Lanka.

Baca Juga: Ghana: Burkina Faso Sewa Tentara Rusia, Dibayar Konsesi Tambang

Baca Juga: Dituduh Sewa Militer Swasta Rusia, Burkina Faso Panggil Dubes Ghana

1. Pejabat PBB memberikan informasi tanpa memberikan bukti

Ilustrasi bendera PBB. (Pixabay.com/Chickenonline)

Melansir Associated Press, meski pemerintah tidak memberikan alasan dalam pengusiran Manzi. Tapi, Menteri Luar Negeri Olivia Rouamba di media pemerintah pada Jumat mengatakan Manzi telah memberikan informasi tentang ancaman ketidakamanan di ibu kota, Ouagadougou, tanpa memberikan bukti.

“Dia menegaskan bahwa dia memiliki informasi dari sumber yang dapat dipercaya tanpa setuju untuk memberikan bukti apa pun,” kata Rouamba.

Rouamba juga mengatakan bahwa Manzi telah mengatakan kepadanya bahwa dia berkomunikasi dengan pemimpin teroris. Hal itu membuat Rouamba mempertanyakan bagaimana Manzi dapat dengan mudah mengakses kota Djibo yang terkepung di wilayah Sahel, sementara pasukan keamanan tidak dapat melakukannya.

Seorang pejabat Barat mengatakan pengusiran itu membuat para diplomat di Burkina Faso terkejut.

Baca Juga: Konvoi 150 Mobil Militer Burkina Faso Diserang, 50 Orang Hilang!

2. Pengusiran dianggap akan mempersulit kelompok kemanusiaan beroperasi

Pemberian bantuan kepada warga Burkina Faso. (Twitter.com/UNHCR Burkina Faso)

Pengusiran Manzi terjadi di tengah tindakan keras pemerintah terhadap komunitas internasional. Pada pekan lalu, pengusiran juga dilakukan terhadap dua warga negara Prancis atas tuduhan spionase. Lalu awal bulan ini, pemerintah menangguhkan siaran Radio France Internationale dari Prancis atas alasan telah menyampaikan tuduhan ppesan intimidasi yang terkait teroris.

Alexandra Lamarche dari kelompok bantuan Pengungsi Internasional, mengatakan keputusan mengusir Manzi adalah tanda yang mengkhawatirkan dan akan mempersulit kelompok kemanusiaan untuk beroperasi.

“Keputusan menjijikkan untuk menunjuk Barbara Manzi, koordinator kemanusiaan/koordinator residen PBB, sebagai PNG (persona non grata) adalah tanda bahwa garis tren berbahaya ini tidak hanya berlanjut di bawah rezim saat ini, tetapi juga memburuk,” kata Lamarche.

“Selama bertahun-tahun, jenis taktik intimidasi ini telah berusaha memaksa kelompok bantuan untuk tidak melaporkan sejauh mana sebenarnya krisis atau peran pemerintah dan pasukan keamanan nasional dalam melanggengkan kekerasan terhadap warga sipil, memaksa mereka, dan memenuhi kebutuhan kemanusiaan."

Verified Writer

Ifan Wijaya

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya