TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Berkat Nenek Berusia 105 Tahun, Sebuah Desa di India Punya Toilet Pertama

550 juta warga India masih buang air besar di tempat terbuka

bbc.com

BBC melaporkan bahwa pada Selasa (1/11) lalu sebuah kabupaten bernama Dhamtari dideklarasikan sebagai kabupaten pertama di negara bagian Chhattisgarh, India, yang memiliki toilet. Seorang nenek berusia 105 tahun adalah orang yang sangat berjasa atas pencapaian ini.

Baca Juga: Jadi Percontohan, Sekolah di Purwakarta Akan Miliki Fasilitas Ibadah untuk Semua Agama

550 juta warga India, termasuk nenek Kunwar Bai Yadav, buang air besar di tempat terbuka seperti hutan dekat rumah.

bbc.com

Kotabharri adalah sebuah desa yang terletak di negara bagian Chhattisgarh menjadi sebuah tempat yang melahirkan suatu revolusi. Semua berawal ketika Perdana Menteri Narendra Modi memulai Kampanye India Bersih dua tahun lalu dengan tujuan untuk mengurangi kebiasaan buang air besar di tempat terbuka -- sebuah kebiasaan yang dianggap biasa di India.

Menurut laporan BBC, 550 juta warga India (setengah dari total populasi) selalu buang air besar di tempat terbuka. Bahkan, lebih mudah mendapatkan telepon genggam di India daripada toilet. Ini melahirkan berbagai kritik dan hinaan yang akhirnya membuat Perdana Menteri Modi gerah. Pemerintah pun melakukan gerakan besar-besaran agar masyarakat mau membangun toilet. Bahkan, pemerintah mengirim orang-orang mereka ke pelosok India untuk memberi sosialisasi tentang pentingnya mengakhiri buang air besar di tempat terbuka.

Saat itulah Kunwar Bai Yadav, seorang nenek berusia 105 tahun, pertama kali mendengar tentang toilet. Sebelumnya, selama lebih dari satu abad, nenek ini pergi ke hutan terdekat jika ingin buang air besar. Dia pun mengaku mengalami kesulitan untuk menempuh trek di hutan demi memenuhi panggilan alam dan menyebut sudah jatuh dan melukai diri sendiri sebanyak dua kali.

Nenek Kunwar Bai Yadav menjual kambing-kambingnya agar bisa membangun toilet.

bbc.com

Karena sosialisasi yang dilakukan pemerintah, nenek ini berpikir bahwa dengan memiliki toilet di rumah maka dia akan lebih mudah bila ingin buang air besar. Namun, membangun toilet tentu membutuhkan dana. Sementara itu, sang nenek mengaku tidak memiliki uang. Aset satu-satunya adalah kambing yang berjumlah 20 hingga 25 ekor. Kemudian, dia pun memutuskan untuk menjual tujuh kambingnya dan memperoleh uang sekitar 3 juta rupiah. Jumlah itu rupanya masih kurang sehingga menantunya yang bekerja sebagai buruh kasar memberi tambahan dana.

Dibutuhkan empat pekerja untuk membangun toilet itu selama 15 hari. Itu adalah toilet pertama yang dimiliki desa nenek Kunwar. Tidak butuh waktu lama bagi tetangga-tetangganya untuk memperbincangkan toilet tersebut, bahkan mereka berbondong-bondong ingin melihatnya langsung. Petani-petani dari desa sebelah juga sengaja datang untuk menyaksikan sendiri toilet tersebut. Setelah itu, semakin banyak warga yang mulai membangun toilet di rumah mereka.

Baca Juga: Tragis! Perempuan di Suriah Alami Krisis Pembalut​

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya