TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Trump Pilih Main Golf Ketimbang Bahas Pandemik COVID-19 di KTT G20

Padahal, kasus COVID-19 di AS telah menembus 12 juta

Ilustrasi Presiden Donald Trump bermain golf (European Press Agency)

Jakarta, IDN Times - Kelakuan Presiden Amerika Serikat, Donald J Trump jelang lengser, malah semakin membuat publik geleng-geleng kepala. Sebagai contoh, ia memilih untuk bermain golf ketimbang ikut dalam sesi diskusi dengan 19 pemimpin negara dunia dalam forum KTT G20 yang digelar pada Sabtu, 21 November 2020. 

Stasiun berita CNN, Minggu, 22 November 2020 melaporkan Trump memang sempat hadir di pertemuan awal dan tertutup untuk media. Dalam pertemuan itu, Trump mengklaim telah melakukan pekerjaan yang luar biasa saat menjabat sebagai presiden. Baik itu dalam mengatasi pandemik atau memperbaiki situasi ekonomi. 

"Saya merasa sangat terhormat bisa bekerja dengan Anda dan saya nantikan bisa bekerja sama kembali di masa depan," kata Trump dikutip dari pernyataan seorang sumber yang ikut serta dalam pertemuan virtual tersebut. 

KTT G20 tahun 2020 menjadi kali pertama digelar secara virtual demi mencegah meluasnya pandemik COVID-19. Tahun ini, Arab Saudi menjadi tuan rumah. 

Tak lama setelah Trump menyampaikan pernyataan pembuka, ia pergi dan digantikan oleh Menteri Keuangan Steven Mnuchin. Padahal, pemimpin negara lain tengah menyampaikan pendapatnya. Situasi serupa tidak berubah ketika forum virtual itu membahas mengenai situasi pandemik COVID-19 secara global. 

Di waktu yang sama, Trump malah terlihat tiba di area tempat bermain golf di Virginia. Dalam daftar pembicara di KTT G-20, tidak ada lagi nama Trump. 

Apa penjelasan Gedung Putih mengenai hal ini?

Baca Juga: Trump Terancam Bisa Diusir Keluar dari Gedung Putih Tahun Depan

1. Trump sudah bermain golf selama menjabat sebagai presiden sebanyak 298 kali, termasuk saat kasus COVID-19 melonjak

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menari dengan musik saat ia akan turun dari panggung pada akhir reli kampanye di Carson City, Nevada, Amerika Serikat, Minggu (18/10/2020) (ANTARA FOTO/REUTERS/Carlos Barria)

Harian Inggris, The Independent mencatat Trump tiba di lokasi bermain golf, Trump National Golf Club, di Sterling, Virginia sekitar pukul 10:00 waktu setempat. Padahal, di waktu yang sama turut digelar kegiatan diskusi lain dengan tajuk "Pandemic Preparedness and Response." yang turut melibatkan pemimpin dari Prancis, Jerman, Argentina, dan Afrika Selatan. 

Menurut Presiden Prancis, Emmanuel Macron, satu-satunya cara merespons pandemik secara efektif adalah dengan melakukannya secara terkoordinasi, global dan didasari solidaritas. Oleh sebab itu, negara-negara anggota G20 berjanji untuk membantu proses distribusi vaksin agar bisa merata. 

Data dari Majalah Forbes, agenda golf Trump pada akhir pekan lalu adalah aktivitasnya yang ke 298 kali selama ia duduk sebagai presiden. Sementara, Trump tercatat 101 kali bermain golf di tempat yang ia miliki, Trump National Golf Course. Berdasarkan data dari Forbes, untuk hobinya itu menghabiskan anggaran mencapai 142 juta dolar AS.

Gedung Putih tutup mulut ketika dimintai komentar mengenai keputusan Trump yang malah memilih bermain golf di tengah-tengah KTT G20. Padahal, per Senin (23/11/2020) sebanyak 12,5 juta warga AS sudah terpapar COVID-19. Sebanyak 7,4 juta pasien berhasil sembuh dan 262.696 pasien meninggal akibat terinfeksi virus corona. 

2. Negara anggota G20 berjanji akan bantu distribusi vaksin COVID-19 ke negara-negara miskin, tapi tak sebut nominal bantuan

Ilustrasi foto keluarga KTT G20 di Arab Saudi (www.twitter.com/@KSAMOFA)

Dalam dokumen akhir yang disepakati oleh para pemimpin G-20 pada Minggu, 22 November 2020 lalu, mereka mengaku akan mendukung proyek global untuk pengadaan vaksin, tes dan pembuatan obat terapeutik. Platform itu diberi nama COVID-19 Tools (ACT) Accelarator dan COVAX. 

"Kami telah memobilisasi sumber daya untuk mengatasi kebutuhan finansial secepatnya dalam kesehatan global. Sumber daya itu akan digunakan untuk melakukan riset, pengembangan, pembuatan dan distribusi vaksin, diagnosa, dan obat terapeutik COVID-19 yang aman dan ampuh," demikian isi keterangan tertulis para pemimpin G20. 

"Kami tidak akan berhenti hingga akses (vaksin) yang mudah dan murah bisa diperoleh semua orang," kata para pemimpin G20 itu lagi. 

Namun, menurut jurnalis Al Jazeera di bidang isu internasional, James Bays, apa yang disampaikan di dalam dokumen tersebut tidak ada yang baru. Semua komitmen itu telah disampaikan secara lisan pada awal 2020. 

Padahal, Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres sempat menyampaikan bahwa organisasinya membutuhkan dana tambahan senilai 28 miliar dolar AS untuk mengembangkan vaksin, obat terapeutik, dan diagnosa. Angka itu belum termasuk dana senilai 4,2 miliar dolar AS yang harus terkumpul pada tahun ini. Di dalam dokumen kesepakatan para pemimpin G20, tidak disebutkan mengenai detail tersebut. 

Baca Juga: Luhut Bertemu Trump, Dubes Indonesia untuk AS: Tidak Direncanakan   

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya