TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Mesir Larang Pemakaman Umum Mohammad Salah 

Mesir takut Mohammad Salah dianggap martir

Illustrasi peradaban mesir kuno (unsplash.com/@spencerdavis)

Jakarta, IDN Times - Otoritas Mesir melarang para aktivis dan anggota keluarga menggelar pemakaman umum untuk Mohammad Saleh, seorang anggota wajib militer yang diduga terlibat dalam penembakan yang menewaskan 3 tentara Israel.

Baku tembak ini terjadi di dekat perbatasan antar kedua negara pada Sabtu (3/6/2023) lalu dan mengakibatkan ketegangan antara Mesir dan Israel.

Baca Juga: Buntut Baku Tembak, Israel Pulangkan Jenazah Polisi Mesir 

1. Khawatir diperlakukan sebagai martir

Dilansir dari Al Jazeera, Jumat (9/6/2023), otoritas Mesir mengeluarkan larangan tersebut lantaran khawatir Salah diperlakukan sebagai martir. Selama ini, Salah bertugas di sepanjang perbatasan Mesir dan Israel.

Pada Selasa kemarin, pasukan keamanan bahkan memblokir jalanan menuju ke rumah Salah yang terletak di Ain Shams, timur laut ibu kota Kairo, Mesir.

2. Dipuji sebagai pahlawan sejati Arab

Meski demikian, Salah dipuji sebagai pahlawan sejati dan kebanggaan orang Arab lantaran ‘memenuhi kewajiban terhadap agamanya, tanah air, serta bangsa Arab dan Islam’.

Menurut militer Israel, dua tentara mereka tewas, masing-masing bernama Sersan Staf Uri Iluz (20 tahun) dan Sersan Lia Ben-Nun (19 tahun). Keduanya tertembak di daerah terpencil di sepanjang perbatasan, Sabtu (3/6/2023) pagi.

Jenazah keduanya ditemukan setelah seorang perwira senior tidak dapat menghubungi mereka melalui radio. Operasi pencarian pun digelar. Selain kedua prajurit tersebut, ada satu orang  lagi yang tewas yaitu Sersan Staf Ohad Dahan (20 tahun). Ohad Dahan adalah polisi Mesir.

Baca Juga: Bentrok di Perbatasan Israel-Mesir, 4 Orang Tewas

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya