TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Uni Eropa Akan Kirim Rp18,5 T untuk Pemulihan Gempa Turki-Suriah

Bantuan Suriah tidak sebesar nilai yang diberikan ke Turki

Potret Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen (twitter.com/vonderleyen)

Jakarta, IDN Times - Uni Eropa (UE) akan memberikan 1,1 miliar dolar AS (sekitar Rp16,9 triliun) untuk membantu rekonstruksi Turki usai bulan lalu dihantam gempa dahsyat. Sebagai informasi, bencana pada 6 Februari itu merupakan gempa paling mematikan pada abad ke-21. Tercatat lebih dari 56 ribu orang tewas di Turki dan Suriah.

"Jutaan orang sekarang kehilangan tempat tinggal dan tinggal di tenda-tenda saat musim dingin berlangsung," kata ketua Komisi UE, Ursula von der Leyen, pada Senin (20/3/2023).

"Rumah, sekolah, dan rumah sakit harus dibangun kembali, dengan standar keamanan gempa tertinggi. Air dan sanitasi serta infrastruktur penting lainnya harus diperbaiki. Layanan publik dan bisnis memerlukan modal untuk memulai kembali," sambung dia, dilansir US News.

Baca Juga: Parlemen Turki Setujui Finlandia Jadi Anggota NATO

1. UE akan sediakan bantuan senilai Rp 1,6 triliun untuk Suriah 

Potret bangunan rusak akibat gempa dahsyat berkekuatan 7,8 M di Turki bagian tenggara pada Senin (6/2/2023). (twitter.com/WHO_Europe)

Von der Leyen menambahkan, UE akan kembali mengeluarkan 108 juta dolar AS (sekitar Rp1,6 triliun) untuk bantuan kemanusiaan dan pemulihan awal di Suriah. Bantuan tetap diberikan meski blok tersebut tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Suriah, imbas perang saudara yang dimulai sejak 2011.

Sementara itu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan kerugian akibat gempa mencapai 104 miliar dolar AS (sekitar Rp1,6 kuadriliun). Ia menambahkan, Ankara akan membangun kembali rumah sebanyak 319 ribu pada tahun pertama.

"Tidak mungkin bagi satu negara untuk mengatasi krisis sebesar ini sendirian. Kami tidak akan pernah melupakan solidaritas yang ditunjukkan oleh semua teman kami di hari-hari yang sulit, kata Erdogan, dilansir Reuters.

2. UE tetap bantu Turki meski hubungan kurang baik

Ilustrasi bendera Uni Eropa (unsplash.com/Christian Lue)

Sebelumnya, UE menuduh Erdogan melakukan pelanggaran hak asasi manusia. Blok tersebut juga bersitegang karena Turki melakukan kekerasan terhadap oposisi setelah kudeta pada 2016.

Selain itu, Turki juga menghalangi permohonan Swedia untuk bergabung dengan NATO. Pengajuan tersebut menyusul kekhawatiran Stockholm terkait perang Rusia-Ukraina.

Terlepas dari dinamika tersebut, UE langsung mengirim bantuan senilai jutaan dolar dan mengerahkan lebih dari 1.500 penyelamat, beberapa hari setelah Turki dihantam gempa. 

Baca Juga: Ukraina Jatuhkan Sanksi ke Presiden Suriah Gegara Dukung Rusia

Verified Writer

Syahreza Zanskie

Feel free to contact me! syahrezajangkie@gmail.com

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya