Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ancaman Terbaru Trump: Iran Bisa Hancur Malam Ini!
potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (flickr.com/Gage Skidmore via commons.wikimedia.org/Gage Skidmore)

  • Donald Trump mengancam Iran dengan serangan militer besar jika Teheran tidak membuka Selat Hormuz, menegaskan kemampuan AS melumpuhkan infrastruktur vital Iran dalam waktu singkat.
  • Trump menetapkan tenggat hingga Selasa malam waktu Iran untuk pembukaan Selat Hormuz, menyebut hari itu sebagai momen penentuan dan memperingatkan potensi kehancuran total.
  • Pemerintah Iran menegaskan siap membalas setiap serangan terhadap fasilitas pentingnya, menuding ancaman Trump sebagai hasutan kejahatan perang di tengah negosiasi yang makin tegang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali melontarkan ancaman keras kepada Iran menjelang tenggat waktu yang ditetapkan terkait pembukaan Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak global. Trump bahkan menyinggung potensi kehancuran besar jika Iran tidak segera memenuhi tuntutan.

Pernyataan itu disampaikan melalui media sosial hingga konferensi pers, yang menegaskan opsi militer tetap ada. Ia menggambarkan dampak ekstrem, termasuk kehancuran infrastruktur vital Iran.

Ancaman ini muncul di tengah eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran sejak akhir Februari. Negosiasi masih berjalan, namun tekanan meningkat menjelang deadline yang ditentukan.

Di sisi lain, Iran menegaskan tidak akan tinggal diam. Pemerintah Teheran memastikan akan membalas setiap serangan, terutama jika menyasar fasilitas sipil dan infrastruktur penting negara.

1. Ultimatum Trump, serangan militer besar terhadap Iran

potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (flickr.com/Gage Skidmore via commons.wikimedia.org/Gage Skidmore)

Trump secara terbuka menyatakan militer AS mampu melumpuhkan Iran dalam waktu singkat. Rencana serangan disebut telah disiapkan secara rinci.

“Kami punya rencana, karena kekuatan militer kami, di mana setiap jembatan di Iran akan hancur lebur pada pukul 12 tengah malam besok,” kata Trump, dikutip Al Jazeera, Selasa (7/4/2026).

Ia menambahkan, pembangkit listrik Iran akan menjadi target utama:

“Di mana setiap pembangkit listrik di Iran akan berhenti beroperasi - terbakar, meledak, dan tidak akan pernah digunakan lagi, maksud saya hancur total - pada pukul 12 tengah malam.”

Trump menekankan, serangan tersebut bisa dilakukan dalam waktu singkat.

“Dan itu akan terjadi dalam jangka waktu empat jam jika kita menginginkannya. Kita tidak ingin itu terjadi,” ujarnya.

Dalam pernyataan lain, Trump menggambarkan potensi dampak konflik dengan nada dramatis.

Satu peradaban akan mati malam ini, tidak akan pernah bisa kembali lagi. Saya tidak ingin itu terjadi, tetapi mungkin saja terjadi,” tulisnya di Truth Social.

2. Trump beri deadline pembukaan Selat Hormuz ke Iran

‎ilustrasi selat hormuz yang jadi jalur minyak dunia (commons.wikimedia.org/Petty Officer 2nd Class Matthew Riggs U.S. Navy)

Ultimatum Trump berfokus pada tuntutan agar Iran membuka kembali Selat Hormuz, yang saat ini diblokade. Tenggat waktu ditetapkan pada Selasa (7/4/2026) pukul 20.00 waktu Iran.

Trump bahkan menggunakan bahasa keras dalam menekan Teheran agar segera mengambil keputusan.

“Buka selat sialan itu, atau Anda akan hidup di neraka. LIHAT SAJA!," katanya.

Ia juga menyebut hari penentuan tersebut sebagai momen penting.

“Selasa akan menjadi Hari Pembangkit Listrik, Hari Jembatan, semuanya digabung jadi satu di Iran. Tidak akan ada yang seperti itu," bebernya.

Trump juga kembali menekankan kemampuan militernya. Menurutnya, Seluruh negara itu bisa dilumpuhkan dalam satu malam, dan malam itu bisa saja terjadi besok malam.

3. Iran siap balas dan tuding kejahatan perang AS-Israel

potret bendera Iran (unsplash.com/mostafa meraji)

Iran merespons ancaman tersebut dengan sikap tegas. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, memastikan negaranya akan membalas setiap bentuk serangan.

“Reaksi Iran akan melakukan pembalasan terkait serangan apapun. Angkatan Bersenjata kami sudah sangat jelas bahwa serangan terhadap infrastruktur kritis, kita akan membalasnya,” kata Baghaei.

Baghaei menambahkan, target balasan tidak terbatas pada wilayah Iran:

“Angkatan Bersenjata kami akan menargetkan serangan balasan serupa lain ke aset milik AS atau mereka yang berkontribusi mendukung operasi Washington ke Iran.”

Ia juga mengecam keras ancaman Trump.

“Ini sama saja dengan hasutan untuk melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan,” ucap Baghaei.

Ketegangan ini terjadi di tengah konflik yang telah menelan banyak korban sejak akhir Februari. Serangan balasan terus berlangsung, sementara negosiasi berjalan di bawah tekanan waktu yang semakin sempit.

Editorial Team