Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali melontarkan ancaman keras kepada Iran menjelang tenggat waktu yang ditetapkan terkait pembukaan Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak global. Trump bahkan menyinggung potensi kehancuran besar jika Iran tidak segera memenuhi tuntutan.
Pernyataan itu disampaikan melalui media sosial hingga konferensi pers, yang menegaskan opsi militer tetap ada. Ia menggambarkan dampak ekstrem, termasuk kehancuran infrastruktur vital Iran.
Ancaman ini muncul di tengah eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran sejak akhir Februari. Negosiasi masih berjalan, namun tekanan meningkat menjelang deadline yang ditentukan.
Di sisi lain, Iran menegaskan tidak akan tinggal diam. Pemerintah Teheran memastikan akan membalas setiap serangan, terutama jika menyasar fasilitas sipil dan infrastruktur penting negara.
