Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Desak Iran Buka Selat Hormuz, Trump: Kalian akan Hidup di Neraka

Desak Iran Buka Selat Hormuz, Trump: Kalian akan Hidup di Neraka
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (x.com/POTUS)
Intinya Sih
  • Donald Trump mengancam Iran lewat media sosial agar membuka Selat Hormuz, dengan peringatan keras akan membuat negara itu 'hidup di neraka'.
  • Trump menyebut rencana serangan terhadap pembangkit listrik dan jembatan di Iran pada 7 April 2026, sambil mengklaim negosiasi kesepakatan bisa tercapai sehari sebelumnya.
  • Pemerintah Iran menolak membuka Selat Hormuz tanpa kompensasi atas kerusakan perang dan mengecam ancaman Trump melalui pernyataan resmi di PBB.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menuliskan ancaman yang membabi-buta pada Iran di media sosial.

Melalui akun Truth Social-nya, Trump menuntut Iran membuka Selat Hormuz dengan kata-kata ancaman kasar.

“Buka Selat sialan itu, kalian bajingan gila, atau kalian akan hidup di Neraka,” tulis Trump pada Minggu, (5/4/2026).

1. Bakal menghancurkan pembangkit listrik hingga jembatan-jembatan di Iran

Trump mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik dan jembatan-jembatan milik Iran melalui akun media sosialnya itu. Serangannya itu dia rencanakan pada Selasa, (7/4) mendatang.

“Selasa depan akan menjadi Hari Pembangkit Listrik, dan Hari Jembatan, semuanya digabung menjadi satu,” tulis Trump.

2. Trump klaim capai kesepakatan dengan Iran besok

Dilansir AlJazeera, dalam komentar terpisah, Trump mengklaim bahwa para pejabat Iran sedang bernegosiasi.

Dia meyakini akan memperoleh kesepakatan pada Senin besok, (6/4/2026).

3. Iran tak akan buka Selat Hormuz

Sementara itu, seorang pejabat pemerintah Iran mengatakan Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali sampai Teheran menerima kompensasi atas kerusakan perang.

Perwakilan Iran untuk PBB juga mengutuk pernyataan terbaru Trump dan mendesak dunia untuk mencegah tindakan keji dari Negeri Paman Sam itu.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib
Follow Us

Latest in News

See More