ilustrasi protes di Iran (unsplash.com/Nk Ni)
Pemimpin parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengeluarkan ancaman balasan yang ditujukan ke negara-negara tetangga. Ia menegaskan bahwa Teheran tidak akan segan menghancurkan infrastruktur vital negara kawasan yang terbukti membantu operasi militer AS.
"Pasukan Iran memantau pergerakan musuh, dan jika mereka mengambil langkah apa pun, kami akan menyerang infrastruktur vital di negara regional tersebut secara terus-menerus," ujar Ghalibaf, dilansir Al Jazeera.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) juga mengancam akan membuka front pertempuran baru di Selat Bab al-Mandeb. Jalur yang menghubungkan Laut Merah dan Teluk Aden dilintasi kargo barang bernilai hingga 1 triliun dolar AS (sekitar Rp16,9 kuadriliun) setiap tahunnya.
Kelompok Houthi di Yaman menyatakan kesiapannya untuk membantu menutup selat selebar 32 kilometer tersebut. Sebelumnya, penutupan Selat Hormuz oleh Iran telah berhasil menghentikan sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.