Trump Ancam Serang Iran Lebih Keras Jika Tak Mengaku Kalah

- Donald Trump mengancam akan menyerang Iran lebih keras jika negara itu tidak mengakui kekalahan, disampaikan melalui Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt.
- Trump mengklaim Amerika Serikat telah memenangkan perang melawan Iran dan menyebut negosiasi dengan pihak Iran berjalan produktif untuk mengakhiri konflik.
- Pihak Iran membantah adanya negosiasi dengan AS, menegaskan tidak ada rencana atau strategi yang dibagikan, sementara perang terus berlanjut hingga memasuki pekan keempat.
Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengancam akan menyerang Iran dengan kekuatan yang lebih besar jika mereka tidak mau mengakui kekalahan. Ancaman tersebut disampaikan Trump melalui Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, dalam konferensi pers pada Rabu (25/3/2026).
“Presiden (Donald) Trump tidak main-main dan dia siap untuk melepaskan malapetaka. Iran tidak boleh salah perhitungan lagi. Jika Iran gagal menerima realitas situasi saat ini, jika mereka gagal memahami bahwa mereka telah dikalahkan secara militer, dan akan terus dikalahkan, Presiden Trump akan memastikan mereka dihantam lebih keras daripada yang pernah mereka alami sebelumnya,” kata Leavitt, seperti dilansir The Strait Times.
1. Trump mengklaim telah memenangi perang melawan Iran

Sebelumnya, Trump mengklaim bahwa AS sudah memenangi perang melawan Iran. Sebab, ia menilai Iran sudah kehabisan kekuatan untuk menyerang AS dan Israel. Terlebih, AS dan Israel kini juga sudah membunuh sejumlah tokoh penting di Iran. Beberapa di antaranya, seperti Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan Kepala Dewan Keamanan Nasional Iran Ali Larijani.
“Izinkan saya mengatakan bahwa kita telah menang. Anda tahu, kita tidak pernah suka mengatakan terlalu cepat bahwa kita menang. Kita menang. Kita menang, dalam jam pertama semuanya sudah berakhir, tetapi kita menang. Kita tidak ingin pergi lebih awal, 'kan? Kita harus menyelesaikan pekerjaan ini,” ujar Trump dilansir News Week.
2. Trump mengklaim sudah bernegosiasi dengan Iran

Untuk mengakhiri perang, Trump mengklaim sudah bernegosiasi dengan Iran. Bahkan, merujuk pernyataan Trump pada Senin (23/3/2026), Leavitt menjelaskan proses negosiasi dengan Iran berjalan lancar. Oleh karena itu, ia mengklaim perang dengan Iran akan segera berakhir.
“Pembicaraan terus berlanjut. Pembicaraan tersebut produktif, seperti yang dikatakan presiden pada hari Senin. Negosiasi juga akan terus berlanjut,” jelas Leavitt.
3. Iran membantah telah bernegosiasi dengan AS

Namun, seorang pejabat kongres Iran yang tidak disebut namanya membantah klaim tersebut. Ia mengatakan, Iran sama sekali tidak bernegosiasi dengan AS dan Trump. Ia juga menyebut Trump sama sekali tidak memberikan rencana terkait kapan proses negosiasi akan dilakukan.
“Tidak ada rencana, strategi, atau tujuan akhir yang dibagikan, dan mereka tidak memberikan jawaban apa pun. Tidak jelas apakah memang tidak ada rencana atau ada rencana tetapi mereka tidak mau membagikannya kepada anggota,” kata salah satu pejabat kongres Iran dilansir NBC.
Ketidakjelasan ini membuat perang antara Iran dengan AS dan Israel terus berlanjut. Bahkan, perang kini sudah memasuki pekan ke-4 alias sudah berjalan selama satu bulan. Terlebih, perang kini juga sudah menyebar ke negara-negara Timur Tengah lainnya, termasuk Lebanon.



















