Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Apa Itu Pasukan ISF yang Diumumkan Board of Peace, RI Wakil Komandan!
Presiden Donald Trump berpartisipasi dalam upacara Pengumuman dan Penandatanganan Piagam Perdamaian Dewan Perdamaian selama Forum Ekonomi Dunia, Kamis, 22 Januari 2026, di Pusat Kongres Davos di Davos, Swiss. (Foto Resmi Gedung Putih oleh Daniel Torok)
  • Indonesia resmi ditunjuk sebagai wakil komandan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) di Gaza, di bawah komando Mayor Jenderal AS Jasper Jeffers.
  • ISF merupakan pasukan multinasional yang bertugas menjaga stabilitas Gaza, melatih aparat lokal, mengamankan perbatasan, serta melindungi warga sipil dan distribusi bantuan kemanusiaan.
  • Pertemuan Board of Peace menetapkan pendanaan 17 miliar dolar AS untuk rekonstruksi Gaza dan pembentukan ISF beranggotakan 20.000 personel dari lima negara awal termasuk Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Indonesia ditunjuk sebagai wakil komandan Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Forces/ISF) yang akan ditempatkan di Gaza untuk menjaga stabilitas, melatih aparat, dan melindungi warga sipil.
  • Who?
    Mayor Jenderal Angkatan Darat Amerika Serikat Jasper Jeffers memimpin ISF, dengan Indonesia sebagai wakil komandan. Negara lain yang bergabung antara lain Maroko, Kazakhstan, Kosovo, dan Albania.
  • Where?
    Pengumuman dilakukan di US Institute of Peace, Washington DC, Amerika Serikat. Pasukan ISF direncanakan beroperasi di wilayah Gaza, termasuk Rafah dan lima sektor lainnya.
  • When?
    Pengumuman disampaikan pada Kamis, 19 Februari 2026, dalam KTT perdana Board of Peace (BoP) yang dipimpin oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
  • Why?
    Pembentukan ISF bertujuan mendukung proses demiliterisasi Gaza, menjaga keamanan perbatasan dengan Israel dan Mesir, serta memastikan perlindungan warga sipil dan kelancaran bantuan kemanusiaan.
  • How?
    ISF akan beroperasi di bawah komando terpadu yang disetujui Board of Peace bekerja sama dengan Mesir dan Israel. Pendanaan awal mencapai 10 miliar dolar AS dari Amerika Serikat serta tambahan
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Indonesia resmi dipercaya mengisi posisi wakil komandan Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Forces/ISF) di Gaza. Mayor Jenderal Angkatan Darat Amerika Serikat, Jasper Jeffers, yang ditunjuk sebagai Komandan ISF, menyatakan bahwa Indonesia telah menyetujui tawaran jabatan strategis tersebut.

Pengumuman itu disampaikan dalam KTT perdana Board of Peace (BoP) di US Institute of Peace, Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (19/2/2026), di mana Jeffers menjelaskan bahwa ia telah menawarkan posisi wakil komandan kepada Indonesia dan tawaran tersebut diterima. Ia juga menyebut lima negara pertama yang berkomitmen mengirimkan pasukan untuk bertugas di ISF, yakni Indonesia, Maroko, Kazakhstan, Kosovo, dan Albania.

1. Apa itu International Stabilization Force (ISF)?

Para prajurit yang ditugaskan di Komando Pusat Angkatan Darat AS membantu penyiapan Pusat Koordinasi Sipil-Militer, 14-16 Oktober 2025, di wilayah tanggung jawab Komando Pusat AS. (Foto Angkatan Darat AS oleh Sersan Kelas 1 Malcolm Cohens-Ashley) Tanggal 14 Oktober 2025 (Sgt. 1st Class Malcolm Cohens-Ashley, Public domain, via Wikimedia Commons)

Melansir Al Jazeera, ISF diproyeksikan sebagai pasukan multinasional yang akan ditempatkan di Gaza dengan mandat melatih aparat kepolisian, mengamankan perbatasan, menjaga stabilitas melalui dukungan terhadap demiliterisasi, serta melindungi warga sipil dan distribusi bantuan kemanusiaan, termasuk pengamanan jalur bantuan. Selain itu, pasukan ini juga dapat menjalankan tugas tambahan yang diperlukan demi menunjang pelaksanaan Rencana Komprehensif.

Secara garis besar, ISF akan mengambil alih sejumlah fungsi keamanan yang selama hampir dua dekade berada di bawah kendali Hamas. Sejak 2006, Hamas memerintah Jalur Gaza dan bertanggung jawab atas pengelolaan layanan sosial serta sistem keamanannya.

2. Siapa saja yang tergabung ke dalam ISF?

Para pasukan TNI-US Army menyanyikan yel-yel (IDN Times/Riani Rahayu)

Pasukan tersebut terdiri dari sejumlah negara yang telah menyatakan komitmen awal untuk berpartisipasi dalam International Stabilization Forces (ISF). Lima negara pertama yang disebut bergabung adalah Indonesia, Maroko, Kazakhstan, Kosovo, dan Albania.

Struktur komandonya dipimpin oleh Mayor Jenderal Angkatan Darat Amerika Serikat, Jasper Jeffers, sebagai komandan, dengan Indonesia mengisi posisi wakil komandan. Negara-negara lain masih berpotensi bergabung seiring pembentukan dan finalisasi mandat pasukan tersebut.

3. Komitmen dana miliaran dolar dan pembentukan ISF di Gaza

Presiden Prabowo menghadiri pertemuan perdana Board of Peace (BoP) di Amerika Serikat (Youtube.com/Sekretariat Presiden)

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjadi tuan rumah pertemuan perdana Board of Peace, di mana ia berkomitmen mengalokasikan dana sebesar 10 miliar dolar AS untuk rekonstruksi Gaza serta menyatakan bahwa sejumlah negara telah menjanjikan tambahan 7 miliar dolar AS, selain kontribusi pasukan untuk membentuk International Stabilization Force (ISF) yang ditargetkan berjumlah 20.000 personel.

Jenderal Jasper Jeffers menyampaikan bahwa pasukan ISF akan terlebih dahulu dikerahkan ke Rafah, sebelum kemudian disebar ke lima “sektor” berbeda di wilayah tersebut. Bagian paling krusial dari resolusi tersebut adalah pemberian otorisasi untuk membentuk Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) sementara di Gaza. ISF akan beroperasi di bawah komando terpadu, dengan struktur yang dapat diterima oleh Board of Peace (BoP), bekerja sama dengan Mesir dan Israel, namun tidak berada di bawah komando Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Mandat ISF mencakup dukungan terhadap proses demiliterisasi serta penghancuran infrastruktur teror, pengamanan wilayah perbatasan dengan Israel dan Mesir, perlindungan warga sipil serta operasi kemanusiaan, pelatihan bagi aparat kepolisian Palestina yang telah melalui proses verifikasi, pembukaan dan pengamanan koridor bantuan, serta membantu BoP dalam memantau pelaksanaan gencatan senjata, dilansir Jerusalem Center for Security and Foreign Affairs (JCFA).

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team