Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Indonesia Jadi Wakil Komandan ISF, Komisi I DPR: Sebuah Kehormatan

Indonesia Jadi Wakil Komandan ISF, Komisi I DPR: Sebuah Kehormatan
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menyatakan TNI produksi obat bukan bagian Dwifungsi ABRI (IDN Times/Amir Faisol)
Intinya Sih
5W1H
  • Indonesia resmi ditunjuk sebagai Wakil Komandan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) di Gaza, menandai kepercayaan dunia terhadap profesionalisme TNI dan komitmen RI pada misi perdamaian global.

  • Komisi I DPR RI menyebut penunjukan ini sebagai kehormatan besar, mendukung penuh pemerintah dan TNI dalam menjalankan tugas di Dewan Perdamaian Gaza dengan persiapan matang dan perlindungan pasukan maksimal.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menilai, penunjukan Indonesia sebagai Wakil Komandan Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Forces/ISF) merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah besar.

Menurut Dave, penunjukan ini mencerminkan kepercayaan dunia terhadap profesionalisme TNI serta menegaskan posisi Indonesia sebagai negara yang konsisten berkomitmen pada misi perdamaian internasional.

"Penunjukan Indonesia sebagai Wakil Komandan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) di Gaza merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah besar bagi bangsa kita," kata Dave kepada jurnalis, Jumat (20/2/2026).

1. Komisi I dukung penuh TNI dalam Board of Peace

Indonesia Jadi Wakil Komandan ISF, Anggota DPR: Sebuah Kehormatan
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono. (IDN Times/Amir Faisol)

Menurut Dave, peran ini menempatkan Indonesia di garis depan diplomasi global, sekaligus menunjukkan kontribusi RI tidak berhenti pada dukungan politik, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata di lapangan.

Komisi I DPR RI, lanjut dia, mendukung langkah pemerintah dan TNI dalam menjalankan penugasan dalam Dewan Perdamaian Gaza. Dukungan tersebut didasarkan pada keyakinan bahwa kehadiran pasukan Indonesia akan membawa dampak positif bagi stabilisasi kawasan dan memperkuat reputasi bangsa di mata dunia.

"Kami menekankan agar seluruh persiapan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari aspek logistik, aturan pelibatan, hingga perlindungan terhadap prajurit sehingga misi ini dapat dijalankan dengan aman, terukur, dan sesuai mandat internasional," kata dia.

2. Setiap langkah harus sesuai koridor hukum

Indonesia Jadi Wakil Komandan ISF, Anggota DPR: Sebuah Kehormatan
Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono (IDN Times/Aryodamar)

Di sisi lain, kata dia, Komisi I DPR RI akan memastikan setiap langkah pemerintah dan TNI dalam misi perdamaian ini berjalan sesuai koridor hukum internasional serta tetap mengedepankan keselamatan pasukan.

Dia mengatakan, pengiriman pasukan Indonesia bukan hanya menjadi simbol solidaritas, tetapi juga wujud nyata komitmen bangsa dalam menjaga perdamaian dan stabilitas dunia.

"Komisi I DPR RI dengan tegas mendukung langkah pemerintah dan TNI dalam menjalankan penugasan ini," kata dia.

3. Indonesia jadi wakil komandan ISF

1.087 prajurit yang tergabung dalam Satgas Kontingen Garuda Unifil TA 2024 ketika disambut di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur. (Dokumentasi Puspen TNI)
1.087 prajurit yang tergabung dalam Satgas Kontingen Garuda Unifil TA 2024 ketika disambut di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur. (Dokumentasi Puspen TNI)

Indonesia ditunjuk langsung sebagai Wakil Komandan ISF. Hal ini diumumkan Mayor Jenderal Angkatan Darat AS Jasper Jeffers yang ditunjuk sebagai komandan ISF di Gaza.

“Saya ingin mengumumkan, saya telah menawarkan dan Indonesia telah menerima posisi wakil komandan untuk ISF,” kata Jeffers, Kamis (19/2/2026).

Jeffers mengungkapkan, terdapat lima negara pertama yang telah berkomitmen mengirimkan pasukan untuk bertugas di ISF. Kelima negara itu adalah Indonesia, Maroko, Kazakhstan, Kosovo, dan Albania. Sementara itu, Mesir dan Yordania sepakat akan melatih polisi Gaza.

Selama beberapa bulan terakhir, pihaknya memiliki tim di lapangan yang terdiri dari para ahli militer AS yang mempersiapkan infrastruktur untuk ISF. Tim ini sudah beroperasi dari pusat operasi gabungan yang akan menjadi markas besar untuk seluruh ISF.

“Seperti yang Anda lihat di peta kami, rencana kami adalah agar ISF ditugaskan di lima sektor berbeda, setiap sektor menerima satu brigade ISF. Dalam jangka pendek, kami berencana untuk mengerahkan pasukan ke sektor Raffah terlebih dahulu, selain pelatihan polisi,” ujar dia.

Share
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari
Follow Us

Latest in News

See More