Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pengumuman! Indonesia Jadi Wakil Komandan ISF

AFP__20260219__988J9WL__v1__HighRes__UsPoliticsDiplomacyTrump.jpg
Pada Kamis (19/2/2026), Donald Trump mengumpulkan para sekutu untuk meresmikan Board of Peace yang berfokus pada perkembangan situasi di Gaza, namun dengan ambisi yang jauh lebih luas. Sekitar dua lusin pemimpin dunia dan pejabat tinggi hadir di Washington, termasuk sejumlah pemimpin yang dikenal dekat dengan gaya kepemimpinan otoriter. Sementara hampir tidak ada negara demokrasi Eropa yang biasanya mendukung inisiatif Amerika Serikat ikut bergabung. (Foto: AFP/Saul Loeb).
Intinya sih...
  • Indonesia ditunjuk sebagai wakil komandan ISF di Gaza
  • Mayor Jenderal AS Jasper Jeffers menyatakan Indonesia menerima tawaran posisi strategis tersebut
  • Lima negara pertama yang berkomitmen mengirimkan pasukan untuk bertugas di ISF adalah Indonesia, Maroko, Kazakhstan, Kosovo, dan Albania
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Indonesia resmi ditunjuk sebagai wakil komandan Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Forces/ISF) di Gaza.

Mayor Jenderal Angkatan Darat Amerika Serikat Jasper Jeffers, yang ditunjuk sebagai Komandan ISF, menyatakan Indonesia telah menerima tawaran posisi strategis tersebut.

Hal ini disampaikan saat KTT perdana Board of Peace (BoP) di US Institute of Peace, Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (19/2/2026).

“Saya ingin mengumumkan, saya telah menawarkan dan Indonesia telah menerima posisi wakil komandan untuk ISF,” kata Jeffers, Kamis (19/2/2026).

Ia menyebutkan, ada lima negara pertama yang telah berkomitmen mengirimkan pasukan untuk bertugas di ISF. Kelima negara itu adalah Indonesia, Maroko, Kazakhstan, Kosovo, dan Albania.

Sementara itu, dua negara lain berkomitmen melatih polisi Gaza, yakni Mesir dan Yordania.

Dalam kesempatan tersebut, Jeffers mengatakan, ISF dapat melakukan dua hal.

“Menstabilkan lingkungan keamanan di Gaza dan memungkinkan pemerintahan sipil, sebagaimana ditetapkan oleh Komite Nasional,” katanya.

Selama beberapa bulan terakhir, pihaknya memiliki tim di lapangan yang terdiri dari para ahli militer AS yang mempersiapkan infrastruktur untuk ISF. Tim ini, kata Jeffers, sudah beroperasi dari pusat operasi gabungan yang akan menjadi markas besar untuk seluruh ISF.

“Seperti yang Anda lihat di peta kami, rencana kami adalah agar ISF ditugaskan di lima sektor berbeda, setiap sektor menerima satu brigade ISF. Dalam jangka pendek, kami berencana untuk mengerahkan pasukan ke sektor Raffah terlebih dahulu, selain pelatihan polisi,” ujar Jeffers.

Tujuan jangka menengah ISF, kata dia, untuk terus memperluas sektor demi sektor.

“Semuanya menuju target jangka panjang kita yaitu 12.000 polisi dan 20.000 tentara ISF,” tutur Jeffers.

“Dengan langkah-langkah awal ini, kita akan membantu mewujudkan keamanan yang dibutuhkan Gaza untuk kemakmuran masa depan dan perdamaian abadi kita,” lanjutnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib
Follow Us

Latest in News

See More

Prabowo Yakin Visi Donald Trump untuk Damaikan Gaza Berhasil

19 Feb 2026, 23:49 WIBNews