Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apa Penyebab Demo Pelajar yang Kini Menyebar Luas di Prancis?
Demo pelajar di Prancis meluas. (AFP/Romeo Boetzle)
  • Demonstrasi pelajar Prancis bermula di SMA Creteil sejak September, dipicu kekurangan staf dan fasilitas rusak seperti kebocoran, langit-langit runtuh, perabot rusak, serta tikus.

  • Protes meluas ke Paris, Marseille, dan Lille, dengan sebagian aksi disertai perusakan serta penjarahan toko mewah; siswa juga menyoroti panas kelas, jam belajar, seleksi kampus, dan biaya hidup.

  • Pelajar menuntut perhatian serta reformasi pendidikan dan perbaikan ekonomi nasional. Presiden Emmanuel Macron mengakui hak protes, tetapi meminta aksi tetap menghormati pihak lain.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Aksi demonstrasi besar yang dilakukan kalangan pelajar di Prancis kini semakin meluas. Bahkan, aksi ini juga diwarnai tindakan anarkis yang berbahaya. Pada Sabtu (17/10/2026) kemarin, misalnya, ratusan siswa sekolah menengah atas (SMA) kembali menggelar protes di sejumlah kota besar yang ada di Prancis, seperti Paris, Marseille, dan Lille. Bukan cuma berdemo, mereka juga turut merusak dan menjarah toko-toko barang mewah yang ada di ketiga kota tersebut. 

Demo besar yang dilakukan kalangan pelajar di Prancis ini tentu terjadi bukan tanpa sebab. Ada sejumlah isu yang memicu para siswa untuk melakukan protes terhadap pemerintah negara yang berjuluk Negeri Mode tersebut hingga berujung pada tindakan anarkis seperti tadi. Lantas, bagaimana awal dari demo ini dan apa saja penyebabnya? Berikut ulasannya.

1. Demo sudah terjadi sejak September lalu

Demo ini pertama kali pecah di sebuah SMA yang ada di Kota Creteil, Prancis tenggara, pada September lalu. Dilansir The Independent, dalam demo tersebut, para siswa memprotes kurangnya pegawai di sekolah mereka dan fasilitas sekolah yang bobrok. Para siswa menilai Pemerintah Prancis sudah tutup mata karena sengaja membiarkan sekolah-sekolah di wilayahnya, terutama yang terletak di daerah kelas menengah, tidak terurus sehingga tidak layak dijadikan tempat belajar mengajar. 

Dalam sebuah video yang dirilis media Prancis, terlihat sejumlah sekolah di area kelas menengah bahkan sudah dipenuhi tikus got yang berkeliaran. Selain itu, atap sekolah tersebut bocor, langit-langitnya runtuh, dan perabotannnya juga sudah banyak yang rusak. Sayangnya, kondisi ini tidak segera mendapat tanggapan dari pemerintah sekitar maupun pemerintah pusat Prancis. 

Aksi demo siswa yang terjadi di Creteil ini akhirnya diikuti oleh para siswa yang ada di wilayah lainnya. Inilah yang akhirnya membuat demo menyebar luas ke sejumlah kota besar yang ada di Negeri Mode hingga berujung pada tindakan anarkis seperti yang terjadi di Paris, Marseille, dan Lille.

2. Para siswa juga memprotes kondisi ekonomi di Prancis

ilustrasi kulineran di Nice, Prancis (unsplash.com/Kamilla Isalieva)

Dalam demo-demo yang terjadi sebelumnya, para siswa juga mengeluh tidak bisa fokus belajar karena ruang kelas yang mereka pakai terasa sangat panas akibat serangan gelombang panas. Sayangnya, banyak sekolah di Prancis yang tidak mampu membeli pendingin ruangan karena kondisi keuangan mereka sedang menurun drastis. 

Para siswa juga memprotes jam sekolah mereka yang dinilai terlalu melelahkan. Sebab, di Prancis, aktivitas belajar mengajar untuk siswa SMA dimulai dari pukul 08.00 pagi hingga 18.00 sore waktu setempat. Di sisi lain, sejumlah siswa SMA Prancis lainnya juga ada yang memprotes sistem seleksi masuk perguruan tinggi yang dianggap terlalu kompleks. Sistem ini, menurut mereka, telah merugikan banyak lulusan SMA di Prancis yang bermimpi melanjutkan studi di kampus bergengsi.

Namun, dalam demo yang terjadi pada Sabtu kemarin, para siswa memprotes masalah baru yang kini sedang terjadi di Prancis, yakni menurunnya kondisi ekonomi negara. Masalah ini membuat biaya hidup kian mahal sehingga kesejahteraan rakyat jadi menurun. Rakyat kelas menengah dan kelas bawah semakin tercekik karena tidak mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

3. Para siswa memberikan sejumlah tuntutan ke Pemerintah Prancis

ilustrasi unjuk rasa, bendera Prancis, Eropa (pexels.com/Andrew Taylor)

Oleh karena itu, para siswa menuntut Prancis untuk lebih memperhatikan sektor pendidikan di wilayahnya, terutama di wilayah-wilayah terpencil yang dihuni populasi kelas menengah. Mereka juga menuntut Prancis untuk mereformasi sistem pendidikan nasional Sebab, sistem pendidikan Prancis dinilai sudah tertinggal jauh dari negara-negara Eropa lainnya. Hal ini terbukti dari skor PISA terbaru, di mana nilai kemampuan Matematika anak-anak di Negeri Mode merosot drastis. 

Selain itu, para siswa di Prancis juga menuntut pemerintah untuk segera memperbaiki kondisi ekonomi nasional. Sebab, jika kondisi ekonomi membaik, sistem pendidikan juga akan ikut membaik. Begitu pula sebaliknya. 

Aksi demonstrasi ini lantas langsung mendapat respons dari Presiden Prancis, Emmanuel Macron. Dalam pernyataannya, Macron menyebut setiap warga, termasuk siswa sekolah, punya hak untuk melakukan protes terhadap pemerintah. Kendati demikian, menurutnya, aksi tersebut juga harus dilakukan dengan tetap menghormati pihak lain.   

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article