Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
AS Disebut Mau Bangun Pangkalan Militer Baru di Greenland
potret wilayah Greenland (pexels.com/Lara Jameson)
  • Pemerintah AS berencana membangun tiga pangkalan militer baru di Greenland selatan untuk memperkuat pengawasan terhadap aktivitas Rusia dan China di Laut Atlantik utara.
  • AS telah melakukan negosiasi dengan Denmark terkait pembangunan pangkalan tersebut, namun kedua pihak masih menutup rapat detail pembicaraan diplomatik yang sedang berlangsung.
  • Rencana ini dikaitkan dengan ambisi Donald Trump yang sejak awal kepemimpinannya ingin memperluas pengaruh AS di Greenland, meski sempat menuai kecaman dari negara-negara Eropa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Amerika Serikat disebut ingin membangun tiga pangkalan militer baru di Greenland selatan. Kabar tersebut termuat dalam laporan BBC yang mengutip sejumlah sumber terkait pada Selasa (12/5/2026).  

Dalam laporan BBC, pangkalan militer di Greenland selatan rencananya akan dipakai sebagai wilayah kekuasaan AS. Jadi, selain di dalam negeri, AS juga punya wilayah kekuasaan militer di luar negeri, termasuk di Greenland.  

Selain itu, pangkalan militer AS di Greenland selatan juga bakal dipakai untuk memantau ancaman Rusia dan China di Laut Atlantik utara. Sebab, kedua negara tersebut sering melakukan operasi militer di sana. 

1. AS sudah bernegosiasi dengan Denmark

potret bendera Denmark (pexels.com/Markus Winkler)

Saat ini, AS dikabarkan juga sudah bernegosiasi dengan Denmark untuk membangun pangkalan militer baru di Greenland. Negosiasi tersebut sudah dilakukan selama beberapa bulan terakhir. 

Gedung Putih dan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Denmark membenarkan proses negosiasi tersebut. Namun, mereka tidak mau berkomentar lebih jauh soal rencana AS untuk membangun pangkalan militer di Greenland selatan.

"Ada jalur diplomatik yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat. Kementerian Luar Negeri tidak akan memberikan rincian lebih lanjut saat ini," kata Juru Bicara Kemlu Denmark yang tidak disebut namanya.

2. Donald Trump pernah sesumbar ingin menguasai Greenland

potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (flickr.com/Gage Skidmore via commons.wikimedia.org/Gage Skidmore)

Sejumlah pengamat penilai rencana pembangunan pangkalan militer baru ini merupakan upaya AS untuk memperluas pengaruh di Greenland. Sebab, Presiden AS, Donald Trump, pernah ingin mengambil alih wilayah tersebut. 

Sejak awal menjabat sebagai Presiden AS pada awal 2025, Trump memang sangat “ngebet” untuk mengambil alih Greenland. Dalam sebuah wawancara bersama majalah The Atlantic, Trump pernah mengatakan AS membutuhkan Greenland untuk kepentingan pertahanan dan keamanan nasional.

"Tentu saja, kita memang membutuhkan Greenland. Kita membutuhkannya untuk pertahanan," kata Trump dilansir DW

3. Keinginan Trump mengambil alih Greenland menuai kecaman

potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (flickr.com/Gage Skidmore via commons.wikimedia.org/Gage Skidmore)

Namun, keinginan gila Trump untuk mencaplok Greenland dikecam oleh negara-negara Eropa, termasuk oleh Greenland sendiri. Dalam pernyataannya, Perdana Menteri Greenland, Jens-Frederik Nielsen, mengatakan keinginan Trump untuk mencaplok wilayahnya sudah menjatuhkan kehormatannya.

"Ketika Presiden Amerika Serikat mengatakan bahwa 'kita membutuhkan Greenland' dan mengaitkan kita dengan Venezuela dan intervensi militer, itu bukan hanya salah. Itu tidak menghormati kita," ujar Nielsen. 

Saat ini, Trump sudah sepakat untuk berhenti mengusik kedaulatan Greenland. Namun, sebagai gantinya, AS mendapatkan akses ke sumber daya mineral yang ada di sana. Sebab, Greenland dikenal sebagai negara yang kaya akan sumber daya mineral, seperti logam tanah jarang, fosfat, uranium, dan tembaga.

Sebagai informasi, Greenland merupakan salah satu wilayah di Kerajaan Denmark. Namun, wilayah yang dihuni oleh 57 ribu jiwa tersebut sudah diberi otonomi sendiri sejak 1979. Sejak saat itu, Greenland mulai punya pemerintahan sendiri, parlemen sendiri, dan perdana menteri sendiri. Namun, urusan pertahanan, keamanan, dan politik luar negeri Greenland tetap dijalankan oleh Kerajaan Denmark.  

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team