Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pemerintah Greenland Tolak Bantuan Kapal Rumah Sakit dari Donald Trump

Pemerintah Greenland Tolak Bantuan Kapal Rumah Sakit dari Donald Trump
Potret gunung es di Greenland (unsplash.com/Annie Spratt)
Intinya Sih
  • Donald Trump mengumumkan rencana mengirim kapal rumah sakit AS ke Greenland melalui Truth Social, dengan alasan banyak warga di sana sakit dan kurang mendapat perawatan layak.
  • Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen menolak bantuan tersebut, menegaskan sistem kesehatan negaranya sudah memadai dan meminta Trump berkomunikasi langsung, bukan lewat media sosial.
  • Rencana ini muncul di tengah ketertarikan lama Trump terhadap Greenland, sementara pemerintah Denmark dan NATO tetap menegaskan kedaulatan wilayah Arktik itu tidak akan diserahkan kepada Amerika Serikat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri Greenland, Jens-Frederik Nielsen, meminta Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, untuk berbicara langsung dengannya, alih-alih melontarkan pernyataan di media sosial. Permintaan itu muncul setelah Trump menulis di platform Truth Social terkait niatnya mengirim kapal rumah sakit Amerika Serikat ke Greenland untuk mengurus warga yang disebutnya ‘sakit dan tidak dirawat dengan baik’.

Dalam unggahannya, Trump mengklaim banyak orang di pulau Arktik tersebut sedang sakit dan tidak mendapatkan perawatan yang layak. Nielsen pun menanggapi tegas rencana tersebut dan menyatakan Greenland tidak memerlukannya.

1. Trump kirim kapal rumah sakit ke Greenland

ilustrasi Greenland (pixabay.com/Barni1)
ilustrasi Greenland (pixabay.com/Barni1)

Dalam unggahan di Truth Social, Trump bersama utusannya untuk Greenland, Jeff Landry, akan mengirim kapal rumah sakit yang hebat ke Greenland. Dia mengklaim kapal tersebut sedang dalam perjalanan.

"Kamu kirim kapal rumah sakit untuk mengurus banyak orang yang sakit, dan tidak dirawat dengan baik di sana. Kapalnya sedang dalam perjalanan!!!" kata Trump, dilansir dari BBC, Senin (23/2/2026).

Unggahan itu disertai gambar ilustrasi atau kemungkinan gambar berbasis kecerdasan buatan dari USNS Mercy, salah satu dari dua kapal rumah sakit yang dioperasikan Angkatan Laut AS. Belum jelas apakah Trump merujuk secara spesifik pada kapal tersebut atau apa yang mendorong keputusannya.

Unggahan itu muncul tak lama setelah Komando Arktik Gabungan Denmark menyatakan telah mengevakuasi seorang awak kapal selam AS yang membutuhkan perawatan medis mendesak di dekat Nuuk. Namun, tidak diketahui apakah pernyataan Trump terkait dengan insiden tersebut.

2. Respons Greenland: Bantuan Trump tak diperlukan

ilustrasi Greenland
ilustrasi Greenland (unsplash.com/Visit Greenland)

Menanggapi unggahan tersebut, Nielsen menyatakan, usulan Trump telah dicatat, tetapi tidak diperlukan. Dia juga membandingkan sistem kesehatan Greenland dengan Amerika Serikat.

"Itu kami catat. Tetapi kami memiliki sistem layanan kesehatan publik di mana perawatan gratis bagi warga. Tidak seperti di Amerika Serikat, di mana pergi ke dokter itu berbayar," tulis Nielsen di Facebook.

Nielsen kemudian meminta agar komunikasi dilakukan secara langsung, bukan melalui media sosial

"Bicaralah kepada kami alih-alih hanya membuat luapan pernyataan yang acak di media sosial," ujarnya.

3. Trump mau kuasai Greenland

IMG_4844.jpeg
Trump unggah ambisinya agar AS bisa kuasai Greenland di Truth Social. (Truth Social/@realDonaldTrump)

Trump memiliki ketertarikan terhadap Greenland, pulau luas kawasan Arktik yang berada di bawah Kerajaan Denmark. Pada Januari 2026 lalu, dia mengakui tidak akan mengambil pulau tersebut dengan paksa, setelah sebelumnya sempat menolak untuk mengesampingkan kemungkinan itu.

Trump kemudian mengumumkan adanya kerangka kerja untuk kesepakatan masa depan antara Amerika Serikat dan Greenland. Namun, Denmark dan sekutu NATO menegaskan tidak akan menyerahkan kedaulatan atas wilayah tersebut.

Sebulan setelah pengumuman kerangka kerja tersebut, detailnya masih belum jelas. Awal Februari 2026, Wakil Presiden AS, JD Vance, menyatakan negara-negara Eropa bersedia membuat banyak akomodasi, meskipun tidak dijelaskan lebih lanjut mengenai bentuknya.

Sementara itu, Greenland menegaskan tetap terbuka untuk bekerja sama dengan Amerika Serikat, namun menekankan pentingnya dialog langsung dan penghormatan terhadap sistem serta kedaulatannya sendiri.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana
Follow Us

Latest in News

See More