ilustrasi perang (pexels.com/Mohammed Ibrahim
Jurnalis Al Jazeera di Doha, Zein Basravi, melaporkan bahwa eskalasi berulang akan menyulitkan posisi negosiator, mediator, dan Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) dalam memulihkan ekonomi serta mendorong penghentian perang. Basravi juga mencatat ekonomi global telah terpukul akibat blokade di Selat Hormuz dan sanksi ekonomi yang diberlakukan AS.
Mengutip CNBC, Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi tiba di Teheran untuk bertemu pejabat senior Iran, termasuk Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi. Sumber dari Pakistan menyebut Naqvi membawa pesan khusus untuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei dalam misi diplomatik tersebut.
Di Washington, Presiden AS Donald Trump menghadapi tekanan politik dalam negeri akibat kenaikan harga bensin. Dalam wawancara program Meet the Press produksi NBC, Trump mengatakan sebagian besar fasilitas produksi drone dan rudal Iran telah dihancurkan, tetapi Iran diperkirakan masih memiliki sekitar 21-22 persen persenjataannya.
Di pihak Iran, penasihat pemimpin tertinggi Mohsen Rezaei menyatakan syarat utama perdamaian adalah pencairan kembali aset Iran senilai 24 miliar dolar AS atau sekitar Rp434 triliun. Rezaei juga memperingatkan bahwa serangan lanjutan hanya akan menyeret AS ke dalam “koridor gelap.”
Konflik yang berawal dari operasi militer AS dan Israel terhadap Iran juga meluas ke Lebanon. Serangan Israel dilaporkan menghantam kendaraan militer di wilayah selatan Lebanon dan menewaskan dua perwira serta satu prajurit Angkatan Darat Lebanon. Iran menegaskan kesepakatan dengan AS harus mencakup gencatan senjata di Lebanon antara Israel dan Hezbollah yang didukung Teheran.
Pemimpin Hezbollah Naim Qassem secara terbuka menolak rancangan pakta damai yang disusun AS untuk Israel dan pemerintah Lebanon. Qassem menilai dokumen tersebut tak memuat penarikan pasukan Israel dan menyatakan Hezbollah tak dilibatkan dalam proses perundingan. Sementara itu, pemerintah Israel menegaskan pasukannya tak akan ditarik dari Lebanon di tengah perbedaan pandangan yang masih berlangsung dengan AS.