potret uranium (commons.wikimedia.org/United States Department of Energy)
Trump sendiri sangat ingin mengambil uranium milik Iran karena sejumlah alasan. Salah satu alasan mengapa Trump begitu ngebet untuk mengambil uranium Iran adalah karena ingin menghentikan program senjata nuklir mereka. Sebab, uranium merupakan salah satu bahan utama yang dibutuhkan Iran untuk membuat senjata nuklir.
Dilansir Al Jazeera, Iran saat ini memiliki cadangan uranium yang sudah diperkaya sebanyak 440 kilogram. Jumlah ini setara dengan 60 persen dari total kebutuhan uranium untuk membuat senjata nuklir. Jika ingin membuat senjata nuklir, stok uranium Iran harus mencapai 90 persen.
Kendati demikian, menurut Kepala International Atomic Energy Agency (IAEA), Rafael Grossi, cadangan uranium yang dimiliki Iran saat ini sebetulnya sudah cukup untuk membuat sekitar sepuluh hulu ledak nuklir. Inilah yang membuat Trump ketar-ketir dan ingin segera mengambil uranium milik Iran. Sebab, Trump menganggap jika Iran berhasil membuat senjata nuklir, itu akan menjadi ancaman global, termasuk bagi AS.
Selain itu, dalam pernyataan terbarunya pada Kamis, Trump mengatakan dirinya ingin mengambil uranium Iran untuk kepentingan hubungan masyarakat. Sebetulnya, Trump tidak menjelaskan secara detail apa maksud dari ungkapan tersebut. Namun, sejumlah pengamat menganggap bahwa kepentingan hubungan masyarakat yang dimaksud Trump adalah pencitraan.