Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Serangan Israel di Gaza Meningkat sejak Gencatan Senjata dengan Iran

Serangan Israel di Gaza Meningkat sejak Gencatan Senjata dengan Iran
serangan Israel di Gaza (Tasnim News Agency, CC BY 4.0 , via Wikimedia Commons)
Intinya Sih
  • Serangan Israel di Gaza meningkat 35 persen sejak gencatan senjata dengan Iran, menewaskan lebih dari 120 warga Palestina termasuk perempuan dan anak-anak.
  • Dewan Perdamaian mendesak Hamas melucuti senjata tanpa membubarkan diri, sementara kebuntuan gencatan senjata masih terjadi karena belum ada kesepakatan tahap lanjutan.
  • Israel juga melanjutkan serangan di Lebanon selatan yang menewaskan ratusan orang, sementara Hizbullah membalas dengan puluhan serangan terhadap sasaran Israel.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Serangan Israel di Jalur Gaza meningkat drastis sejak perang Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran berhenti sementara bulan lalu. Laporan lembaga pemantau konflik ACLED menyebut jumlah serangan Israel di wilayah Palestina tersebut pada April meningkat 35 persen dibandingkan pada Maret.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, sedikitnya 120 warga Palestina, termasuk 8 perempuan dan 13 anak-anak, tewas dalam serangan Israel sejak gencatan senjata antara AS-Israel dan Iran mulai berlaku pada 8 April. Jumlah tersebut meningkat 20 persen dibandingkan sebelum adanya gencatan senjata.

  • https://www.aljazeera.com/news/2026/5/13/israeli-attacks-on-gaza-increased-by-35-since-iran-ceasefire-report
  • https://www.aljazeera.com/news/2026/5/13/board-of-peaces-mladenov-says-gaza-ceasefire-hinges-on-hamas-disarmament
  • https://www.aa.com.tr/en/middle-east/israeli-strikes-in-south-lebanon-kill-10-injure-27-despite-ongoing-ceasefire/3936747
  • https://www.aa.com.tr/en/middle-east/hezbollah-says-it-carried-out-17-attacks-on-israeli-targets-in-south-lebanon/3936758

1. 856 warga Palestina tewas sejak berlakunya gencatan senjata di Gaza

kondisi pengungsian di Gaza saat hujan turun
kondisi pengungsian di Gaza saat hujan turun (Ashraf Amra, CC BY-SA 3.0 IGO <https://creativecommons.org/licenses/by-sa/3.0/igo/deed.en>, via Wikimedia Commons)

Meskipun gencatan senjata antara Israel dan kelompok Hamas masih berlaku sejak Oktober 2025, pasukan Israel terus melancarkan serangan di Gaza hingga menewaskan sedikitnya 856 warga Palestina. Selain itu, Israel juga masih menduduki lebih dari separuh wilayah tersebut dan membatasi jumlah bantuan yang masuk.

“Perang masih berlangsung. Perang berhenti hanya dalam pengumuman, tetapi pada kenyataannya dan di lapangan, perang belum berhenti,” kata seorang warga Palestina tunanetra bernama Lafi al-Najjar.

Ia mengaku kehilangan salah satu putranya akibat serangan Israel pada 28 April lalu. Keluarganya saat ini mengungsi di tempat penampungan di tengah reruntuhan Khan Younis, yang dulunya merupakan kota terbesar kedua di Gaza.

2. Pejabat Dewan Perdamaian minta Hamas lucuti senjata tanpa harus bubarkan diri

rakyat Gaza peringati 25 tahun Hamas
rakyat Gaza peringati 25 tahun Hamas (Fars Media Corporation, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)

Pada Rabu (13/5/2026), Nickolay Mladenov, perwakilan tinggi Dewan Perdamaian yang mengawasi gencatan senjata di Gaza, menyatakan bahwa pihaknya hanya menuntut Hamas untuk meletakkan senjata, bukan membubarkan kelompok tersebut sebagai gerakan politik.

“Anda tidak dapat membangun masa depan dengan kelompok-kelompok bersenjata yang turun ke jalan, bersembunyi di terowongan dan menimbun senjata. Anda tidak dapat melakukan rekonstruksi dengan milisi di setiap sudut,” kata Mladenov. Menurutnya, kesepakatan gencatan senjata 3 tahap yang diinisiasi AS masih mengalami kebuntuan karena Hamas belum melucuti senjatanya.

Menanggapi pernyataan tersebut, juru bicara Hamas, Hazem Qassem, mengatakan bahwa Mladenov seharusnya menentukan pihak mana yang melanggar gencatan senjata.

“Tekanan harus diberikan kepada pihak pendudukan agar melaksanakan apa yang telah disepakati pada fase pertama dan memulai pembahasan mengenai fase kedua. Hamas telah merespons secara positif proposal yang diajukan para mediator guna mencapai pendekatan yang masuk akal dan logis,” kata Qassem, dikutip dari Al Jazeera.

3. Israel juga terus lanjutkan serangan di Lebanon

operasi militer Israel di Lebanon selama perang 2023-2024
operasi militer Israel di Lebanon selama perang 2023-2024 ( / IDF Spokesperson's Unit)

Militer Israel juga terus melancarkan serangan udara dan invasi darat di Lebanon, terutama di wilayah selatan negara itu, meski gencatan senjata yang dimediasi AS telah berlaku sejak April lalu. Lebih dari 500 orang di Lebanon dilaporkan tewas sejak saat itu.

Dilansir Anadolu, Kementerian Kesehatan Lebanon menyebutkan sedikitnya 22 orang tewas akibat serangan Israel di seluruh negeri pada Rabu. Delapan di antaranya, termasuk dua anak-anak, tewas setelah tiga serangan udara Israel menghantam jalan raya utama yang menghubungkan Beirut dengan Lebanon selatan.

Pada Kamis (14/5/2026), kelompok Hizbullah menyatakan telah melancarkan 17 serangan terhadap sasaran Israel di Lebanon selatan. Operasi itu disebut merupakan respons atas pelanggaran gencatan senjata yang terus dilakukan Israel.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina
Follow Us

Related Articles

See More