Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Lebanon Minta AS Bujuk Israel Setop Serang Wilayahnya

Lebanon Minta AS Bujuk Israel Setop Serang Wilayahnya
potret bendera Lebanon (pexels.com/Jo Kassis)
Intinya Sih
  • Presiden Lebanon Joseph Aoun meminta AS menekan Israel agar menghentikan serangan ke Lebanon selatan yang masih terjadi meski gencatan senjata telah disepakati.
  • Gencatan senjata antara Israel dan Lebanon yang dimediasi AS telah diperpanjang tiga minggu setelah kesepakatan awal sepuluh hari pada April lalu.
  • Kedua negara dijadwalkan melanjutkan negosiasi perdamaian tahap ketiga di AS, dengan delegasi Lebanon menyiapkan bukti pelanggaran gencatan senjata oleh Israel.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Lebanon dilaporkan telah meminta Amerika Serikat untuk membujuk Israel agar segera menghentikan serangan ke wilayahnya, terutama ke Lebanon selatan. Permintaan tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Lebanon, Joseph Aoun.

“Kami menekankan perlunya tekanan pada Israel untuk menghentikan penembakan dan operasi militer serta penghancuran dan perataan rumah dengan buldoser," ujar Aoun saat bertemu dengan Duta Besar AS untuk Israel, Michel Issa, pada Senin (11/5/2026), seperti dilansir Jerusalem Post.

1. Israel masih menyerang Lebanon selatan meski ada gencatan senjata

Pasukan militer Israel (IDF) sedang melakukan serangan.
Pasukan militer Israel (IDF) sedang melakukan serangan menggunakan tank baja. (flickr.com/Israel Defense Forces via commons.wikimedia.org/Israel Defense Forces)

Permintaan tadi disampaikan Aoun karena Israel kini masih menyerang Lebanon selatan meski sudah ada gencatan senjata. Serangan dilakukan karena Israel ingin membasmi pasukan Hizbullah yang ada di wilayah tersebut. 

Serangan terbaru Israel ke Lebanon selatan terjadi pada Senin (11/5/2026). Serangan tersebut dilaporkan menewaskan empat orang dan melukai delapan lainnya. Dari delapan orang yang terluka, dua di antaranya merupakan petugas medis. 

Para petugas medis tadi terluka karena Israel menyerang markas pertahanan sipil yang dibuat oleh organisasi relawan bernama Islamic Health Society. Saat terjadi serangan, mereka dikabarkan sedang bertugas di sana. 

2. Gencatan senjata Israel dan Lebanon sudah diperpanjang

Gencatan senjata.
ilustrasi gencatan senjata (commons.wikimedia.org/Kidfly182)

Sebagai informasi, Israel dan Lebanon sudah menyepakati gencatan senjata sejak 16 April lalu. Saat itu, Israel dan Lebanon yang dimediasi AS akhirnya menyepakati gencatan senjata selama sepuluh hari. Gencatan senjata Israel dan Lebanon kini juga sudah diperpanjang selama tiga pekan. Kesepakatan ini diraih usai Israel dan Lebanon melakukan negosiasi langsung di Washington D.C., AS, pada 24 April lalu. 

“Gencatan senjata antara Israel dan Lebanon akan diperpanjang selama tiga minggu,” tulis Presiden AS, Donald Trump, di Truth Social soal perpanjangan gencatan senjata Israel dan Lebanon dilansir CNBC.  

3. Israel dan Lebanon akan melakukan negosiasi perdamaian tahap ketiga

Negosiasi damai.
ilustrasi negosiasi damai (pexels.com/Markus Winkler)

Agar gencatan senjata berubah menjadi perdamaian jangka panjang, Israel dan Lebanon akan melakukan negosiasi tahap ketiga di AS. Negosiasi itu dikabarkan akan dihelat pada pekan ini. Namun, belum ada informasi lebih lanjut soal tanggal dan waktu pasti kapan negosiasi akan dilakukan.

Dalam negosiasi tersebut, delegasi Lebanon akan diwakilkan oleh mantan Duta Besar Lebanon untuk AS, Simon Karam, Duta Besar Lebanon untuk AS saat ini, Nada Hamadeh Moawad, Wakil Kepala Misi, Wissam Boutros, dan perwakilan dari pasukan angkatan darat Lebanon.

Untuk menyiapkan negosiasi ini, Duta Besar Moawad sudah bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, di kantornya pada pekan lalu. Dalam pertemuan itu, Moawad dikabarkan memberikan catatan pelanggaran Israel terhadap aturan gencatan senjata yang kini sedang berlangsung. Pemberitahuan informasi tersebut bertujuan untuk memperkuat posisi tawar Lebanon dalam negosiasi perdamaian pekan ini.     

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Related Articles

See More