Jakarta, IDN Times - Amerika Serikat (AS), pada Rabu (13/5/2026), kembali menawarkan bantuan kemanusiaan sebesar 100 juta dolar AS (sekitar Rp1,7 triliun) kepada Kuba di tengah krisis energi. Tawaran ini mensyaratkan pemerintah komunis Kuba untuk melakukan reformasi yang bermakna.
Bantuan rencananya akan disalurkan melalui organisasi independen seperti Gereja Katolik. Departemen Luar Negeri AS menyatakan keputusan akhir kini berada di tangan rezim Kuba.
