Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Presiden Brasil: Trump Tak Bakal Invasi Kuba

Presiden Brasil: Trump Tak Bakal Invasi Kuba
Presiden Brasil, Lula da Silva. (REPÚBLICA DE COLOMBIA, Public domain, via Wikimedia Commons)
Intinya Sih
  • Presiden Brasil, Lula da Silva, menyatakan Donald Trump menegaskan tidak akan menginvasi Kuba setelah pertemuan mereka di Washington.
  • Lula menawarkan bantuan untuk mendorong dialog dan solusi damai antara AS dan Kuba, termasuk pengakhiran blokade terhadap negara Karibia itu.
  • Pertemuan Lula dan Trump berlangsung di tengah ketegangan hubungan AS-Brasil akibat tarif perdagangan serta insiden diplomatik terkait penasihat Trump dan Bolsonaro.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva mengungkapkan bahwa Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump tidak berencana menginvasi Kuba. Pernyataan ini disampaikan usai kunjungan Lula ke Washington. 

“Dia (Trump) bilang kepada saya bahwa tidak akan menginvasi Kuba. Saya mendengarnya langsung dari interpreter,” terangnya, dikutip dari EFE, Sabtu (9/5/2026). 

Sebelumnya, Brasil, Meksiko, dan Spanyol sudah menyuarakan kekhawatiran soal krisis kemanusiaan di Kuba. Ketiga pemimpin mendorong penghormatan integritas teritorial kepada negara Karibia tersebut. 

1. Brasil tawarkan bantuan untuk selesaikan perselisihan AS dan Kuba

Presiden Brasil, Lula da Silva. (x.com/LulaOficial)
Presiden Brasil, Lula da Silva. (x.com/LulaOficial)

Dalam pertemuan tersebut, Lula mengatakan kepada Trump siap untuk membantu menyelesaikan situasi di Kuba. Ia mendorong dialog untuk mengakhiri ketegangan AS dan Kuba. 

“Kuba menginginkan dialog dan menemukan sebuah solusi untuk mengakhiri blokade sehingga membuat Kuba menjadi sebuah negara bebas sejak kemenangan dalam revolusi. Negara itu sudah terdampak blokade terpanjang dalam sejarah manusia,” ungkapnya. 

2. Trump sebut pertemuan dengan Lula berjalan baik

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (Gage Skidmore from Peoria, AZ, United States of America, CC BY-SA 2.0, via Wikimedia Commons)
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (Gage Skidmore from Peoria, AZ, United States of America, CC BY-SA 2.0, via Wikimedia Commons)

Trump mengatakan bahwa pertemuan dengan Lula berjalan sangat baik. Ia mengatakan, sudah berbicara sejumlah isu, terutama mengenai tarif yang sudah ditetapkan AS ke Brasil pada 2025. 

Selain itu, Trump mengatakan, perwakilan kedua negara berencana untuk bertemu kembali. Kedua negara akan membahas beberapa elemen penting dalam beberapa bulan ke depan. 

Dilansir Mercopress, Lula membuka negosiasi soal investasi AS di sektor mineral langka, tapi dengan prioritas pengolahan domestik dan penciptaan lapangan pekerjaan. Sebab, Brasil merupakan negara dengan cadangan mineral langka terbesar kedua di dunia usai China. 

3. Pertemuan dilakukan di tengah ketegangan AS dan Brasil

Bendera Brasil. (unsplash.com/samuelcm)
Bendera Brasil. (unsplash.com/samuelcm)

Pertemuan antara Trump dan Lula dilakukan di tengah ketegangan hubungan AS dan Brasil. Alhasil, kunjungan Lula ke Washington ini untuk memperbaiki hubungan kedua negara yang memburuk imbas penetapan tarif dan pengusiran polisi Brasil dari Miami. 

Pada Maret, hubungan AS dan Brasil kembali memanas setelah penasehat Trump dilarang masuk. Sebab, delegasi AS tersebut berniat bertemu dengan mantan Presiden Brasil, Jair Bolsonaro di dalam penjara usai divonis hukuman atas percobaan kudeta. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Related Articles

See More