Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
AS Khawatir Risiko Eskalasi NATO dengan Rusia di Kawasan Baltik
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio. (Matt Johnson from Omaha, Nebraska, United States, CC BY 2.0 , via Wikimedia Commons)
  • Menlu AS Marco Rubio menyatakan kekhawatiran atas potensi eskalasi antara NATO dan Rusia di kawasan Baltik akibat meningkatnya ketegangan dan insiden drone Ukraina.
  • Rubio bersama Sekjen NATO Mark Rutte menegaskan proyek strategis bersama serta memastikan penarikan pasukan AS dari Eropa merupakan langkah teknis, bukan keputusan bermotif politik.
  • Negara-negara Baltik meluncurkan misi pertahanan udara untuk memperkuat sistem anti-drone, sekaligus mengecam pelanggaran wilayah dan disinformasi yang dilakukan oleh Rusia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS), Marco Rubio mengkhawatirkan kondisi di kawasan Baltik. Ia memperingatkan bahwa situasi tersebut memungkinkan adanya eskalasi NATO dengan Rusia

“Ini mengkhawatirkan karena Anda selalu khawatir bahwa sesuatu seperti ini akan meningkat semakin besar. Kami tidak ingin ini menjadi semakin besar dan memburuk,” terangnya, dikutip dari RBC Ukraine, Sabtu (23/5/2026). 

Beberapa bulan terakhir, situasi di kawasan Baltik terus menegang. Ketegangan disebabkan oleh masuknya drone Ukraina ke negara-negara Baltik. 

1. Rubio dan Rutte dorong proyek persatuan dan strategi

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio. (Gage Skidmore, CC BY-SA 3.0 , via Wikimedia Commons)

Rubio dan Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte mengungkapkan proyek bersama dan keberlanjutan strategis. Keduanya juga mengakui bahwa aliansi NATO sedang memasuki masa transisi. 

“Ini bukan keputusan yang dibuat sesuai dengan ide. Segala pengurangan dari pasukan Amerika di Eropa adalah bagian dari strategi jangka panjang yang dikoordinasi dengan sekutu,” terangnya, dikutip dari RFE/RL.

Menlu AS itu memastikan bahwa penarikan tentara dari Eropa bukan dilandasi motif politik. Namun, keputusan ini langkah teknik untuk personel militer AS. 

2. Menlu negara NATO adakan pertemuan di Swedia

lambang NATO (unsplash.com/jccards)

Pada saat yang sama, Menlu dari negara-negara NATO sudah mengadakan pertemuan di Helsingborg, Swedia. Pertemuan ini diadakan karena sejumlah insiden yang melihatkan drone di negara-negara Baltik. 

Dilansir EFE, pada pertemuan itu, Rutte menolak tuduhan dari Rusia bahwa Latvia memperbolehkan Ukraina meluncurkan drone dari negaranya. Mantan Perdana Menteri Belanda itu mengatakan akan mempersiapkan latihan NATO untuk dapat merespons ancaman apapun. 

3. Negara Baltik luncurkan misi pertahanan udara

suasana di perbatasan Latvia-Rusia (Saeima, CC BY-SA 2.0, via Wikimedia Commons)

Menanggapi insiden masuknya drone, Presiden Lithuania, Gitanas Nauseda, Presiden Latvia, Edgars Rinkevics, dan Presiden Estonia, Alar Karis melundurkan misi pertahanan udara. Langkah ini untuk meningkatkan kapabilitas pertahanan anti-drone

“Kami mengecam keras segala bentuk pelanggaran dan menolak segala bentuk kampanye disinformasi yang dilakukan oleh Federasi Rusia melawan negara kami,” ungkapnya, dikutip dari TVP World.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team