Jakarta, IDN Times - Amerika Serikat menyebut Iran kini masih punya ribuan senjata rudal untuk melanjutkan perang. Kabar ini dimuat dalam laporan Wall Street Journal (WSJ) yang mengutip hasil investigasi agen intelijen dan pernyataan sejumlah pejabat AS pada Sabtu (11/4/2026).
Investigasi tersebut dilakukan untuk merespons pernyataan Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, beberapa waktu lalu. Dalam pernyataannya, Hegseth mengklaim sebagian besar senjata yang dimiliki Iran untuk berperang sudah hancur sejak serangan AS dan Israel pada 28 Februari 2026 lalu.
